13
Sep
08

idealisme dalam bermusik itu penting !!

idealisme dalam bermusik itu penting. bahkan sangat penting sekali ketika kita berhadapan dengan mainstream atau arus besar. kenapa kata kunci idealisme itu selalu kita gunakan? karena fungsi idealisme sendiri sangat paradoksial ( bertentangan dengan ketentuan umum, tapi mengandung kebenaran di dalamnya ).

dalam bermusik idealisme adalah bahan bakar alternatif untuk kelanjutan citra dan pencitraan dalam kreasi yang akan keluar dari dapur kreasi kita. dalam bermusik idealisme itu ibarat mutiara yang terpendam di antara arang dan api. dimana ketika arus mainstream mencengkram dan membuang kita ke putaran arusnya. disinilah ketahanan suatu person ato band ( secara kolektif ) dengan idealisme akan di uji.

jika kita beranjak dari kata idealisme dan musik sebagai penerjemah aplikasinya, maka disini gw akan mengambil term idealisme dalam bermusik sebagai budaya resistan terhadap budaya mainstream. banyak sub budaya yang lahir dari term resistanc terhadap mainstream ini, dan semuanya secara implisif ( makna yang tersembunyi ) sangat kontra diksi antara satu dengan yang laennya.

contoh ketika  musik rock n’ roll yang menjadi mainstream kala itu  kemudian terjadi resistansi dari budaya musik punk. ternyata idealisme mempunyai peranan penting dalam perkembangan intelektual dalam bermusik.dari resistan inilah lahir gagasan2 baru yang sangat radikal dan cerdas. yang akhirnya secara tidak sadar dan evolutifnya semua jenis musik itu berubah dan terinfluence satu dengan yang laennya. walaupun di awalnya kadang kedua budaya musik tersebut saling bertentangan. seperti rock n roll kontra punk yang akhirnya melahrkan punk rock.gw setuju dengan pendapat om anton bahwa tidak ada budaya ato sub budaya yang asli semua nya hibrid artinya sudah bercampur baur dan saling terinfluence dengan budaya laennya.point yang  perlu kita ambil disini adalah bagaimana kita tetap mempertahankan idealisme kita dalam bermusik.

kembali ke topic diatas bahwa idealisme dalam bermusik itu penting, dalam jalur music underground dimana dengan beridealisme maka secara bersamaan akan tercipta karya2 yang betul2 mempunyai sisi educated karena budaya yang di bawanya, walaupun sangat jarang public untuk memahami hal – hal seperti ini. Lalu anggapan minor itu pun muncul dan menganggap jenis music underground dan sejenisnya adalah sebagai musik aneh, kasar, blind, dan sampah.sejalan dengan ini budaya easy lintening pun berkembang, sebagai budaya yang di terima di masyarakat.

Budaya easy listening sebagai akibat dari budaya instan . budaya  easy listening dan instant ini lahir karena saat ini masyarakat kita ( negara berkembang ) sedang mengalami masa transisional yaitu dari budaya ekonomi agragris pertanian ke ekonomi capital ato industrial. satu kaki berpijak pada budaya ekonomi agraris pertanian satu kaki terpijak pada ekonomi insdustri. secara langsung hal ini berpengaruh kepada sub budaya khususnya musik. lo pasti akan sering melihat dan mendengar band2  gaul dengan musiknya yang pop mandayu -dayu  dengan sedikit irama melayu. hal ini mencerminkan bahwa masyarakat kita sedang mengalami masa transisional itu tadi.

sebelumnya gw pernah ngebahas tentang band – band cengeng menguasai industri musik tanah air, Di sini gw tekankan bahwa fenomena band – band cengeng  merupakan budaya ambiguity ( tidak jelas ) sebagai akibat dari masa transisional tadi. artinya tidak ada nilai educated dan apresiasi mereka dalam perkembangan pengetahuan tentang seni kualitas dalam bermusik, jika lo setuju bahwa musik itu budaya dan pengetahuan, tentu lo mengerti tendensi arti dari pentingnya kualitas dalam bermusik. tapi jika lo hanya penikmat musik dan tidak mengerti tentang musik maka jawabannya adalah silahkan menikmati band band cengeng itu tadi dan menutup mata terhadap perkembangan kualitas musik indonesia saat ini.

Di masyarakat kita musik2 aneh semacam musik undergeound dan lainnya , sangat tidak mempunyai porsi yang cukup dihati mereka. padahal aliran2 musik jenis ini mempunyai pengaruh besar dalam sejarah perkembangan musik dunia.jika masyarakat sedikit cerdas dan menerima musik2 jenis ini maka lo ga akan melihat lagi preman2 yang saling bacok saat kerusuhan konser2 band mainstream. why? kenapa? adakah relevansinya? tentu ada dunkz !!!
lets say preman2 itu tadi…….

sangat lucu jika konser2 semacam band2 seperti ungu sheila on seven peterpan dapat menimbulkan korban jiwa yang sedemikian banyaknya. seharusnya dari rasional kita, kita akan berpendapat bahwa musik2 shyahdu ala ungu dan kawan – kawan , seharusnya memberikan kesejukan bagi penikmatnya bukannya memberikan kesempatan dengan mendatangkan banyak korban. banyak aksi2 preman pasar dengan bangganya melempar batu, sendal,saling pukul saling jotos. pertunjukan musik di jadikan ajang adu otot dan ketololan, sudah tolol bodoh kampungan lagi. Masyarakat dan media selalu memberikan dispensasi atas kejadian stupid seperti itu, karena band seperti ungu, radja, peterpan sangat sustain di masyarakat dan di terima dengan baik.

sebaliknya ada satu kebiasaan yang sangat sportive disini gw lihat di scene underground dalam melakukan konser musiknya yang underground juga, disana ada budaya moshing dimana ketika salah satu band tampil maka para moshers pun bersukarela melakukan moshing pit ato moshing. kegiatan ini sangat sportiver ketika terjadi benturan2 dengan sesama mosher maka ada satu budaya yang mereka pegang bahwa ini akibat dari kesenangan dan kebebasan dalam menikmati musik, manusiawi banget! keributan 2 kecil di selesaikan dengan cara damai ! bahwa semua adalah saudara, sehingga korban2 jiwa akibat tusukan, lemparan batu atao benda kerasnnya laeinnya tidak akan terjadi. hal inilah yang membuat gw salut dengan anak2 scene underground, seperti PUNK, SKINHEAD etc etc etc.

tapi pemberitaan media akhir2 ini sangat memojokan mereka bahkan cenderung menyalahkan komunitas ini sebagai komunitas yang tak lazim. komunitas dengan dandanan aneh dengan rantai dan sepatu boat,anting2 yang tak lazim, tato. kalo public mau cerdas lagi. gaya2 street fashion ini sekarang sudah memasuki industrialisasi kapital. padahal awalnya fashion2 liarnya ini tercipta karena counter culturenya terhadap budaya mapan.

sangat banyak band2 sekarang menggunakan street fashion semisal radja, ungu,st12 bahkan kangen band. dan gw yakin mereka ga akan tahu menahu tentang apa yang mereka kenakan sekarang ini adalah hasil dari budaya counter culture mulae dari kaum hippies dengan flower generationnya di taon 1959, dan punk di taon 1978. inilah yang membenyebabkan kenapa komunitas -komunitas underground sangat membenci band yang selalu nyentrik dengan street fashionnya,tampil serba wah dan komersil banget, sangat jauh dari misi awal dari lahirnya kostum itu, yaitu melawan budaya mapan dari kalangan hartawan dan borjuis.

dan lihatlah apa yang terjadi sekarang, kaum minoritas seperti komunitas underground selalu di jadikan kambing hitam, atas salah satu kegagalan system pembangunan mental dan budaya di masyarakat. media membentuk bahwa kaum ini adalah produk barat, terjebak tampa masa depan. padahal kalo masyarakat mau berpikir cerdaaassss lagi. ternyata kaum inilah yang mempunyai karakter2 yang kuat dalam karya ciptanya di jalur musik. Dan identitasnya bukan sekedar tampil dengan makna estetika aja, tapi lebih dari itu, yaitu menentang budaya mapan dan eksploitasi capital. kaum ini tidak akan pernah terjebak dengan sikap ambiguity, karena perjuangan mereka jelas dengan musik sebagai medianya. Jangan heran di setiap lirik2 lagu band metal, yang terkesan sangar dan mirip setan, ternyata kebanyakan dari mereka menyuarakan tentang katidakadilan system, penindasan terhadap orang pinggir, penganiayaan terhadap kaum lemah, pemerkosaan hak hak asasi manusia. Rasa sosialnya yang sangat tinggi, tapi apa yang di dapat? hanya hinaan dan cacian makian dari sebaigan masyarakat kita yang sok suci dan sudah tercampur dengan sifat ambiguity  tadi.

terlepas dari itu, mari kita beridealis, lo mau di jalur ketoprak, jaipong, campursari, dangdut melayu, chilokak, ato ngepunk yang lebih umum lagi, silahkan bebas berkreasi. karena  idealisme dalam bermusik adalah roh dari penciptaan suatu karakter dalam bermusik itu sendiri. sehingga tidak ada penyeragaman karya dalam bermusik seperti yang di lakukan oleh label2 mainstream akhir – akhir ini.


17 Responses to “idealisme dalam bermusik itu penting !!”


  1. Sabtu, 13 September 2008 pukul 12:02 pm

    wah wah banyak banget ngalor ngidulnya si erick😆

  2. Sabtu, 13 September 2008 pukul 1:29 pm

    IDEALISME…
    salah satu kata yg cukup “sadis” bisa dibilang.
    sama halnya dengan proses perpindahan band indie ke major…!!!
    disatu sisi mereka berusaha untuk tetap mempertahankan IDEALISME keINDIEannya.
    disatu sisi juga mereka harus mempertagankan hidup dengan mencari uang tentunya.
    kebanyakan hal inilah yang sering menciptakan fenomena2 BAND CENGENG di tanah air…

    Tapi kalo mau cermat juga,untuk sukses meraup keuntungan
    band indie juga ndak harus rame2 berusaha masuk MAJOR.
    contohlah band2 indie macam TENGKORAK,SIKSA KUBUR, dan baru2 kemaren Everybody Loves Irene dan masih banyak lagi. Mereka semua mampu merebut pasar asing tanpa harus meninggalkan IDEALISME mereka.

    sorry kalo saia malah bahas masalah band indie rick:mrgreen:

    mumpung masih bulan ramadhan
    WAHAI KALIAN BAND CENGEN SEGERA BERTOBATLAH,KARENA DALAM BULAN PUASA PINTU MAAF TERBUKA LEBAR BUAT KALIAN SEMUA.
    halah…..😛

  3. Sabtu, 13 September 2008 pukul 3:20 pm

    yak yak setujuh sekali dengan mas erick dan mas iron:mrgreen: idealisme itu syarat dasar bagi perkembangan musik:mrgreen: malahan idealisme yang dipegang teguh akan tumbuh, membesar dan pada waktunya menjadi mainstream itu sendiri. jadi, penting sekali buat band2 indie untuk tetap pegang teguh idealisme bermusiknya:mrgreen:

    btw, mas erick, diriku masih terjebak kesibukan luar binasa sih:mrgreen: belon sempat nulis lagi nih:mrgreen: tapi gw demen banget nih:mrgreen: ente ama mas ironepunx hari hari ini lagi asik ya bahas indie:mrgreen:

  4. Sabtu, 13 September 2008 pukul 8:23 pm

    @ironepunx

    hayah brur santai aja😆 silahken mau bahas yang laen juga ga pa pa:mrgreen:

    @mas sahatmrt

    hayo mas kita tunggu tulisannya:mrgreen:

  5. Sabtu, 13 September 2008 pukul 9:23 pm

    @kang sahamrt
    kita berdua lagi seru2nya “berzina” dengan keindiean kita berdua kang:mrgreen:
    berminat buat three some kang:mrgreen:

  6. 6 hitammerah
    Senin, 15 September 2008 pukul 5:23 am

    wew artikel yang cukup panjang…hehe

    hmm…sedikit opini dariku, dan biasanya band2 yang bermusik di jalur indie label [dan kayaknya sekarang kan lagi ngetrend banget sampe2 ada produsen rokok yang memanfaatkan atas nama indie] mereka memakai jalur indie hanya sebagai batu loncatan aja, bukannya sebagai pilihan…jadi entar kalo udah banyak yang kenal n ada produser rekaman yang ngelirik atopun mayor label, maka mereka pun rela ngorbanin ke-indie-annya…karena indie label ato ide D.I.Y. sebenernya kalo menurutku tuh usaha kita ngelepas kontrol dan dominasi dari kapitalis musik [mayor label]…

    oke sampejumpa lagi dan tetap D.I.Y…

  7. Senin, 15 September 2008 pukul 11:30 am

    @hitammerah

    setutju !!

    keep D.I.Y

  8. Selasa, 16 September 2008 pukul 1:36 pm

    IDEALISME itu MUTLAK dengan catatan,
    yah tergantung penempatan diri kita, contoh kecilnya saya dulu sangat amat tergila2 ama ROCK, semakin banyak denger lagu dan semakin luas pergaulan, serta semakin banyaknya pilihan, saya luv about PUNK dan segala tentang PUNK, bahkan saya sempet bertahun2 menjadi penganut download lagu punk yang orang laen gak punya kwkwkwkw…
    but after all saya pernah bikin band POP saya pernah bikin lagu METAL, saya punya banyak banget ciptaan lagu ELEKTRONIK, bahkan saya sedang membuat beberapa lagu JAZZ,
    nah lo kalo kek gini gimana nilai idealismenya ?
    saya cuman let it flow by the ear kayaknya sekarang, karna buat saya musik itu indah, musik itu bisa nyebabin tidak-ada-duit-yang-mengalir-ke-kantong-karna-otak-beku apabila tidak diputar di studio desain grafis saya, dan musik juga udah jadi branded untuk setiap hari2 saya, intinya mah musik itu bagus, kalau idealisme saya masih bingung sampe sekarang, karna setiap 3 tahun kayaknya otak saya ngalamin reformasi bermusik. ckckck istilahnya…

  9. Selasa, 16 September 2008 pukul 9:19 pm

    @ katlea
    klo gitu idealisme mu ganti-ganti..
    sebenernya aku ga ngerti-ngerti amat
    klo musik yg paling aku agung-agungin sih gothic metal
    dan bandnya EPICA aja

    klo seandainya epica main di indonesia aku mau ga makan sehari buat nonton konser mereka

  10. Rabu, 17 September 2008 pukul 12:51 am

    tp idealisme itu tergantung sudut pandang, rick. idealisme itu ada di kepala tiap orang. satu sama lain bisa saja sangat berbeda.

  11. Sabtu, 20 September 2008 pukul 9:41 pm

    @katlea

    menurut saia itu selera om:mrgreen: ( di koreksi kalo salah )

    @bagus al haqq

    wah hebat om salam kenal🙂

    @om anton

    sudut pandang ma idealisme itu mungkin beda om, idealisme adalah sikap
    sedangkan sudut pandang adalah cara berpikir ( hmmm koreksi kalo saia salah om:mrgreen: )

  12. Senin, 24 November 2008 pukul 12:26 pm

    Slam kenal buat Bung erick.!
    Salut dechh.! Cuma aqu pgen pncerhan dikit nich..! maskudnya kalimat diatas bahwa “…. artinya tidak ada nilai educated dan apresiasi mereka dalam perkembangan pengetahuan tentang seni kualitas dalam bermusik..”
    Survey saya di setiap pentas open rock festival (di daerah saya)..rata2 group underground tdk menyajikan kualitas permainannya. Baek dari sisi sound,skill dll.Sehingga muncul image2 seperti uraian diatas.Padahal saya suka dengar lagu2 gituan ( sepultura,betrayer,rotor,sucker head,dll)..Mohon Pencerahannya Bung Erick..!

  13. Rabu, 26 November 2008 pukul 1:56 am

    “…Moralitas, Etika, dimanakah ia saat ini? Di selangkangan Madonna kah yang histeris saat melemparkan celana dalam di hadapan ribuan pengagumnya yang haus kultus tontonan? Ataukah, dibalik kemilau konstruksi warna kulit Michel Jackson yang melengking meneriakkan “kebebasan” di panggung kegandrungan masyarakat akan aerobik, kebugaran, fitness, body building, operasi plastik, facial creams, budaya kosmetika yang memoles basis material industri budaya kapitalisme? Ataukah di balik gemerlap gaya hidup subkultur generasi yang tidak di represi dan diintimidasi lewat semprotan gas air mata pasukan anti huru hara, tapi lewat semprotan parfum Paris pemeluk budaya huru hara yang tanpa rasa haru?

    Sungguhkah penampilan dan gaya lebih penting dari moralitas di saat citra-citra telah menyingkirkan persoalan baik dan buruk dalam permainan rumit gaya-gaya dan penjungkirbalikkan makna-makna. Lantas gaya hidup (lifestyle) pun menjadi segala-galanya dan segala-galanya adalah gaya hidup. Bahkan gaya hidup menjadi komoditas dan komoditas pun sepenuhnya di permak untuk mengkonstruksi gaya hidup. Maka manusia hidup dalam alam ectasy akan gaya, dan gaya pun senantiasa diakutkan lewat “kenikmatan semu”, “kebahagiaan ilutif”, “keindahan halutinatif”, “daya tarik pseudorasional” yang mengendap di bawah permukaan pesan budaya sehari-hari dan membentuk manusia secara diam-diam, mencabik-cabik “aura simbolis”… seperti pentas ectasy….”

    Dua paragraf itu adalah kutipan buku “Life Style Ectasy: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat komoditas Indonesia”. Buku ini diterbitkan oleh Jalasutra, merupakan kumpulan tulisan para budayawan dalam dan luar negeri antara lain Kuntowijoyo, Sapardi Djoko Darmono, Jalaluddin Rahmat, Clifford Geertz, Darmanto Jatman dan masih banyak lagi. Editor bukunya, Idi Subandy Ibrahim

    untuk alamat penerbit dapat dilihat di..
    Jalasutra.com Tapi kayaknya lagi under construction deh sitenya tuh…

    sekian jawaban atas reqeuest anda bung.. hehehehe

  14. Rabu, 26 November 2008 pukul 10:00 am

    ^

    thanks brur…..
    budaya komsumtif emang ga baik buat kesehatan:mrgreen:
    at least semua pemikiran itu bagus jika di landasi dengan penghargaan terhadap nilai kemanusiaan..

  15. Kamis, 12 Februari 2009 pukul 12:26 pm

    Hi salam kepada sume…saya ingin tanya bahawa adakah style amat penting dalam sesuatu sub culture????

  16. Kamis, 12 Februari 2009 pukul 12:27 pm

    apa perubahan yang hendak dibawa oleh couner culture sebenarnya????

  17. 17 Nhiea
    Selasa, 24 Agustus 2010 pukul 3:14 pm

    kurang jlas artiklx………………
    hrz lbh bx agy xg hrzz d bhaz..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  


%d blogger menyukai ini: