13
Agu
08

kritik itu obat !

kritik itu obat.manusia yang ga mau di kritik adalah over protected it self sehingga bentuk manusia seperti ini sangat antipati terhadap sesama. karena menurut gw individu yang baik adalah mampu menerima kritikan itu dengan cerdas dan bersahabat.

saat ini banyak orang yang suka mengkritik tapi ketika di kritik balik eh malah ga terima dirinya di kritik. level kritikan yang gw maksud disini adalah kritikan yang membangun, mungkin bisa di bedakan antara kritikan dan caci maki, karena terjadi garis perbedaan yang sangat mencolok di sini.dari sisi educated maupun kita sebagai manusia yang manusiawi. caci maki hanya di lontarkan oleh orang2 yang tidak mempunyai pertahanan mental yang kuat, alias rapuh. sehingga jika kita menanggapinya dengan kadar yang sama maka kita sama rapuhnya dengan orang2  itu. akhirnya chaos! chaos ! dan Chaos !

begitu juga sahabat, teman ato orang di sekitar kita yang memberikan kita pujian ato sanjungan yang berlebihan karena itu semua akan menjebak kita. seperti gw bilang sebelumnya bahwa pujian yang berlebihan itu sebenarnya adalah jebakan jiwa. lo bisa  liat ketika sesorang sukses maka banyak yang menghampiri dan memberi pujian tapi ketika jatuh semua meninggalkannya, sekali lagi sudah banyak terjadi hal2 sperti ini.salah satu faktor yang membuat kita terjebak, pujian !

saat ini masih banyak yang alergi terhadap kritikan.karena pada dasarnya mereka menganut filosofi seperti kami benar dan kamu salah. perlu di bold kami benar dan kamu salah.dan ketika dogma/keyakinan mereka di tentang ato di krtitik oleh pihak laen. maka mereka mengambil posis self difense dan offense ( termnya seperti gw bilang kami benar dan kamu salah. sifat anti kritik ini mengakibatkan kekauan intelegensia sehingga gejolak2 yang terjadi di masyarakat kita, akibat dari kerapuhan dalam membina stimulan dari realationship itu sendiri, karena anti kritik iu tadi!
sifat mempertahankan dogma dan anti kritik dengan pihak lain, bisa terjadi karena rasa narsis secara berlebihan .yang menyebabkan kristalisasi dalam proses komunikasi dalam kebhinekaan .sehingga menjadi kerikil2 tajam yang siap melukai demokrasi dan pluralisme.

oke nekt…….

kritik itu obat…..karena analogi gw….. sekalipun dia pahit tapi khasiatnya menyembuhkan itulah fungsi obat, pil pahit, jamu yang pahit.tapi menyehatkan. relevansinya sangat jelas ketika kita menerima kritikan yang awalnya sangat menyakitkan tapi ada kebenaran di dalam kritikan itu.

siapkah anda di kritik oleh musuh anda?
siapkah anda di kritik oleh orang yang ga seprinsipil ma anda?
siapkah anda di kritik oleh orang yang anda paling benci di dunia ini?
siapkah anda di kritik oleh mereka yang tidak tau diri?
siapkah anda di kritik oleh mereka yang bermulut besar?
siapkah anda di kritik oleh saya?

ambil senjata lalu tembak mereka!!
penggal kepala mereka karena dogma memang begitu!
stupid action, at least barbar or kanibal culture! dan kelakuan raja2 persia serta firaun! seperti di pelem pelem.

sekali lagi seperti analogi gw diatas kritik itu obat sekalipun dia pahit tapi khasiatnya menyembuhkan. sekalipun kritikan itu menyakitkan dan datang dari orang yang menyakitkan hati.tapi ada kebenaran yang terkandung di dalam kritikan itu.percaya lah!

sejalan dengan seberapa besar kadar filtering seseorang dalam menerima kritikan itu . maka dengan ini jadikanlah kritikan itu sebagai cermin di tengah jalan. karena itu akan merapikan jiwa kita dan memberi nutrisi yang sehat.

eni wei jiwa2 yang tidak mau di kritik dan memproses kritikan itu sebagai bahan intropeksi diri, untuk mengambil keputusan yang sehat dan bergizi. juga sedang terjadi di ranah perpolitikan tanah air dan orang 2 yang memegang tampuk2 kekuasaan saat ini. mereka sama sekali tidak mau di kritik dan akhirnya menggunakan kekuatan mereka serta tameng hukum untuk menindas kaum lemah seperti kita.

gw baru dengar amandemen ( eh bener ga ? ) tentang undang2 pencemaran nama baik ! nama siapa yang di cemar, ini hanya kedok bagi mereka yang mempunyai tampuk kekuasaan untuk menghambat kebebasan berpendapat dan demokrasi, sehingga mereka mempunyai satu perengkat yang dapat melindungi kepentingan-kepentinga mereka. simply uu itu akan melindungi siapa, kami anak2 punk yang selalu di tangkap di trotoar maka kami akan menggunakan uu itu melindungi kami, damm ! lupakan kita rakyat kecil sekalipun pengemis uu itu tidak fungsiable untuk kami, seperti contoh ketika kami di tuduh mencuri ayam maka mayoritas akan percaya karena image kami ( penampilan fisik ) apakah kami menggunakan  uu ( undang – undang ) pencemaran nama baik untuk melindungi kami? jadi uu itu untuk melindungi siapa?
para koruptor?
para pejabat?
para orang kaya?
para kapitalism serakah?

opsss mungkin agak melenceng karena pencemaran nama baik itu actualnya lebih ke fitnah ! ( koreksi kalo gw salah )

kembali lagi ke kritikan itu tadi. ternyata level pendidikan tingkat strata serta  pangkat tidak menjamin integritas sesorang untuk mengupgrade  kemampuan mereka dalam mencerna kritikan itu secara lebih lugas dan cerdas. yang ada hanya kami benar dan kamu salah ! dan kritik itu tetap menjadi obat yang langka !

kami benar dan kamu salah ck ck ck ck ck ck ck !!!!


11 Responses to “kritik itu obat !”


  1. Rabu, 13 Agustus 2008 pukul 11:20 pm

    silahken di kritik sepuasnya😉

  2. 2 muak
    Kamis, 14 Agustus 2008 pukul 6:43 am

    gw doyan kritik singkong balado….
    pedes…manis…renyah…mules…
    tetep…memang…stuj…
    banyak orang pinter…tapi ga bener…
    orang yang bener…pastinya pinter…

    pnter secara otak yang dipake…
    bener secara hati-nya ikut bermain…

    jika hati yang menentukan…otak yang mencerna…
    bayangkan negeri kita tak dikuasai oleh neo kolonialism…suhartoism…isme2 lain yang merebak seperti sempak

    teman…kawan…dan lawan ada disekitar kita…

    sahabat…kerabat…dan keparat disebelahmu…

    jadikan perlawanan hati dan otak…

    singkirkan emosi…

    tuangkan dalam narasi…

    naif…tapi desdruktif…

    ex… marjinal…

    narasinya sangat “desdruktif”

  3. Jumat, 15 Agustus 2008 pukul 11:17 pm

    hal mudah adalah mengkritik.. dan yang (agak)sulit adalah menerima kritik, karena dibutuhkan hati legowo untuk menerima kritikan . Kala menerima kritikan dibalas dengan emosi niscaya akan terjadi pisuh-pisuhan dan juga perkelahian😆

  4. Sabtu, 16 Agustus 2008 pukul 3:35 pm

    salam kenal bung,
    sependapat deh, kritik sama denga obat, “pahit”, tapi bisa menyembuhkan,
    walau kritik pun ada adab dan caranya,
    yups, sukses yach…

  5. Sabtu, 16 Agustus 2008 pukul 11:07 pm

    yup… kita emang harus belajar mengambil manfaat dari kritik:mrgreen:

  6. Minggu, 17 Agustus 2008 pukul 10:15 am

    @muak

    salam kenal bratha😀

    @regsa
    harus banyak bersabar:mrgreen:

    @rahmadisrijanto

    sukses juga bung
    salam kenal😉

    @mas sahatmrt

    betul mas,, ada postingan terbaru mas ?😀

  7. 8 sulis
    Rabu, 15 Oktober 2008 pukul 11:01 pm

    krik tu bgs bwt q tp klo puaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaaassssssssssssss skit bwngt n pngn muntah contoh kritik dri para tikus yg suka makan uang rakyat jancok gateli…………

  8. 9 aryo
    Jumat, 31 Oktober 2008 pukul 9:57 am

    kritik obat yang paling pahit tapi mujarab sekali khasiatnya,…
    setuju sekali, tapi terkadang di negara kita ini ada individu yang sulit menerapkan prinsip itu
    ya sperti era Soeharto, ketika sang pejabat di kritik tampil di layar publik tersenyum manis dan seolah-olah menerima kritikan tersebut. tapi di belakang layar dia menculik orang yang mengkritiknya tersebut dan di buang entah dimana.

  9. 10 aryo
    Jumat, 31 Oktober 2008 pukul 9:58 am

    boss gw suka artikel nya, gw pinjem ya…

  10. Selasa, 23 Juni 2009 pukul 9:20 pm

    w dah ga percayalagi sm yang nma nya cinta
    apalagi yg diucapkan oleh para kelas atas yg g bermoral
    mereka bilang cinta tpi apa mereka membunuh nya
    keparat buat presiden dan pejabad” indosia

    u suka sm artikel w boz……..!!!!1 pinjam pake ae


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031


%d blogger menyukai ini: