29
Jul
08

mahasiswa vs masyarakat, kenapa?

ketika ego mengalahkan logika, ketika itu juga akal sehat akan sulit di pertahankan. sehingga berkamuflase menjadi kepentingan2 segelintir orang untuk menghancurkan kebebasan orang laen, kenapa?

 jawabannya tentu sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari , seperti ketika seorang anak masuk kedalam suatu kelompok yang baru dan sulit menerimanya , maka dia akan di kucilkan oleh kelompok itu. perilaku pengucilan yang di lakukan oleh kelompok terhadap anak itu  ,akan menimbulkan beban tersendiri bagi nya, sehingga anak itu  berusaha menutup diri dan menjadi antipati terhadap kelompok yang mengucilkannya, dan akhirnya terjadi hubungan yang tidak harmonis. ketika gejala ini berkembang maka akan menjadi bom waktu yang seakan-akan meledak.

yup ! ga ada yang bisa di lakukan kecuali membuka pintu komunikasi, karena dengan komunikasi segalanya akan menjadi lebih baik.apapun bentuknya kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. kenapa?
karena mahsiswa dan masy merupakan bentuk hubungan yang penting dalam perkembangan bangsa ini, dan keduanya merupakan elemen sama pentingnya dalam kontruksi suatu bangsa, jika kedua kelompok ini sering chaos, maka kemunduran bagi bangsa ini.

kalo gw berpikir dengan logika dengkul,cerita tentang si anak juga terjadi juga pada perilaku kelompok monyet, dimana monyet dari tempat laen akan sulit di terima jika dia memasuik daerah yang bukan miliknya. masa kita harus sama dengan monyet? ga khan !
sudah saatnya kita berpikir pake logika, bukan emosi….kalo dengan emosi tentu semua orang bisa, dengan kekerasan semua orang bisa, dengan kekuatan semua orang punya. semua orang bisa berkelahi, semua orang bisa berperang. tapi apakah kita harus sama dengan budaya monyet itu tadi,tentu tidak khan? nah terus kenapa kita harus melakukan tindakan kekerasan.

nah cerita tentang kekerasan ato kerusuhan antar kelompok ini sebenarnya menurut awam gw lahir dari rasa ketidakpercayan diri per individu ( ga PD ) terhadap dirinya sendirinya.akhirnya tercebur kedalam komunitas yang sama2 ga pede itu tadi sehingga hal2 yang di lakukannya sangat kontra produktif, seperti tawuran mahasiswa vs pelajar, masy vs masa, mahsiswa vs mahasiswa. coba kalian tengok di negara2 maju kayak jepang ato amerika, ga pernah kita denger tawuran ato semacamnya, setau gw cuma di indonesia aja ada kayak gini. itu akibat apa ? yaaa ketidak pedean itu tadi, simple khan?

ato gw pake logika dengkul lagi. lo pasti tau khan ikan piranha? ikan piranha yang konon terkenal sebagai pembunuh yang sadis itu ternyata beraninya  kalo bersama kelompoknya doank. kapan kita bisa melihat pemuda2 yang gagah yang pede akan dirinya sendiri ga sembunyi di balik komunitas nya. gw percaya jika berharap perubahan maka, maka sebaikanya berawal dari sendiri.

okeh lanjut….
kemaren gw liat ada anak kampung mengejar anjing liar, gw bertanya ke anak itu kenapa kau kejar anjing itu? sahut si anak, karena saya pengen dia mati, siapa yang mengajarkan kau begitu dik jawabnya simpel bapak saya. gw sedih dengan hal ini anak sekecil itu sudah diajarkan konsep kekerasan dalam menyelesaikan masalah.para orang tua juga turut bertanggung jawab dalam membina mental si anak. lo bisa liat khan aksi2 kekerasan yang di lakukan oleh pelajar2 yang masih belia, itu bukti dari ketidak sanggupan orang tua dalam memberikan solusi yang educated pada person anak dalam memecahkan suatu kasus yang di hadapi. akhirnya anak2 itu mencari solusi sendiri atas masalah2 yang di hadapinya. alasan2 mereka melakukan tindakan kekerasan seperti itu karena ada yang menyainginya. kompetisi itu wajar, semua orang harus berkompetisi agar lebih maju , tentu kompetensi yang positif dunk.

oke balik lagi ke mahasiswa vs masy tadi. sudah seharusnya kita berpikir dewasa kemana arah ego ini mau di bawa, kalo hanya memaksakan ego masing2 siap2 aja kita berperang akan senjata, banyak akan mati dengan sia2. semua itu percuma guys……
sekali lagi percuma…….. yang perlu sebenernya mahasiswa & masy bersama – sama memerangi kemiskinan dan kebodohan yang sudah menggerogoti bangsa ini… jika kita tetap acuh maka akan sulit terjadi perubahan yang lebih baik.


10 Responses to “mahasiswa vs masyarakat, kenapa?”


  1. Selasa, 29 Juli 2008 pukul 4:44 pm

    wan maap kemaren saia ga bisa datang, capek banget habis manggung malamnya:mrgreen:

  2. Kamis, 31 Juli 2008 pukul 2:56 pm

    jah,,,,,,,gini dahh
    manggung2 sendiri gak mau ngabarin…….huh

  3. 3 rie
    Sabtu, 9 Agustus 2008 pukul 8:59 pm

    wah kalo ngaseh argumen yg pasti2 ajah dweh,,,,

  4. Minggu, 10 Agustus 2008 pukul 8:07 pm

    @ironepunx

    betul wan ane buru2 dipaksa temen:mrgreen:

    @rie

    apa nyang belon pasti? letaknya di mana? mungkin bisa kasih masukan:mrgreen:

    btw salam kenal😉

  5. 5 Anonim
    Rabu, 15 Oktober 2008 pukul 1:26 pm

    iyooooooooooooooooooooooolahpakcik

  6. 6 sulis
    Rabu, 15 Oktober 2008 pukul 10:50 pm

    kita semua sama tanpa perbedaan meskipun kadang” lu pa he………………..

  7. Selasa, 31 Maret 2009 pukul 5:30 pm

    MUNCULKAN PERSONIL MARJINAL. DAN BIKIN VIDEO KLIP

  8. 9 aal
    Jumat, 1 Mei 2009 pukul 10:45 am

    HATI2 sama anak punk berbahaya

  9. Sabtu, 23 Juli 2011 pukul 11:20 am

    thanks dh buat artikel seperti ini ..
    artikelnya bagus tapi kasih tau tips2 nya untuk mengendalikan itu semua agar ego mengalahkan logika tidak terjadi selain menggunakan akal sehat..???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  


%d blogger menyukai ini: