18
Jun
08

senioritas !

premanisme dan kultur budaya kekerasan seakan telah menjadi hal biasa di negeri ini. penganiayaan mental dan fisik terhadap adik tingkat seakan menjadi senjata yang paling ampuh untuk menunjukan

siapa kakak senior paling kuat, cih! tampa melihat realita sebenernya bahwa kekerasan hanyalah melahirkan kekerasan berikutnya. budaya kekerasan yang telah di atur dan menjadi panutan turun temurun,FUCKDN, STPDN,SICKDN,STIP, geng kecoa,geng motor, geng cacing, geng nero n other fucker!! bak ikan piranha beraninya hanya berkelompok, gagah kalo merasa berkelompok,beraninya maen keroyokan sembunyi di balik kelompok dan almamater, demi menyelamatkan sesuatu yang paradoks menurut kalian.
kekerasan adalah wujud dari pertahanan mental yang lemah. gw melihat kekerasan sebenarnya berawal dari lemah nya system pertahanan jiwa kita mencerna semua yang terjadi di sekitar kita, minimnya rasa kemanusiaan, rasa “keibuan”, kreasi dan karya cipta yang berguna, dan hal2 yang positif lainnya. dan pada minusnya akan menjadi kegiatan yang kontra produktif seperti membuat teologi2 picik secara sistematis dan pembodohan otak secara turun-temurun, akhirnya berkamuflase menjadi sebuah tanggung jawab kacangan yang harus mereka emban yaitu menyelamatkan integritas “senior” , dengan cara kekerasan itu tadi.
ironi, apa yang mereka cari? senioritaskan? tai kucing itu senioritas yang di terapkan ala preman kampung ! kalian hanya melahirkan preman2 kampung model baru yang lebih elegan . semoga akal sehat kalian masih bisa di gunakan tidak lagi impotent seperti yang di pamerkan oleh media2 mainstream terhadap aksi kalian.

video amatir kekerasan STIP

salam damai!


40 Responses to “senioritas !”


  1. Rabu, 18 Juni 2008 pukul 4:41 pm

    Hmmmm pemaparan diatas membuktikan bahwa tampang metal (yg punya blog ini) belum tentu hatinya ikutan metal hehe…😀
    Salam damai juga….:)

  2. 3 mylongjourney
    Rabu, 18 Juni 2008 pukul 5:35 pm

    trus solusinya gmana om?

  3. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 8:17 am

    bangzhat tuh senior-senior!!!mereka nggak mikirin apa orang tua junior mereka yang susah-susah banting tulang buat biayain mereka sekolah……

    eh…nyampe2nya disana malah digebukin rame2!!!! braninya kroyokan lagi…..coba kalo duel satu lawan satu,belum tentu mereka berani……….. BANGZHAT SENIOR,erick juga BANGZHAT ….ups keceplosan…hahahahah…..maklum terlalu emosi😛

  4. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 10:14 am

    @rita

    ah mba ini bisa aja…itu khan cuma opini saia aja btw salam kenal…:mrgreen:
    eh mba ato mas y?

    @mylongjourney

    hilangkan senioritas!
    gw pernah ikut kegiatan kayak ospek dll,pernah jadi “yunior” juga “senior” yang notabene integritas senior yunior itu di anggap hal yang ideal, tapi setelah itu gw melihat ga ada educated yang tercipta,senioritas itu cenderung di paksakan damm presing! yang akhirnya tercipta kultur kekerasan itu tadi. pengakuan atas sebuah titel dan intregritas yang saat ini tercipta cenderung ke arah kekerasan fisik!
    gw lebih lebih setuju jika wawasan pengenalan lingkungan pendidikan lebih kepada konsep LEARNING BY DIONG.
    artinya hapus semua bentuk perkeloncoan yang mengarah ke pelanggaran ham oleh perilaku “senior”

    @ironpunx
    sama wan saia juga miris liat aksi2 kampungan kayak gitu,
    ngopi dulu kawan pagi yang indah…..
    salam damai😆

  5. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 10:59 am

    mereka hanyalah korban-korban bobroknya moral bangsa yang bejat ini………

  6. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 11:29 am

    Aku Perempuan tulen ko’ hehe…😀 ko’ bisa ngira mas sih?🙂

  7. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 11:51 am

    @rebel angel

    kasian juga….mental2 kacangan seperti kekerasan itu tadi…sangat mendegradasi kualitas moral anak didik…. salam kenal

    @mba rita:mrgreen:

    coz di blog nya sampeyan custom headernya kok gambar bapak2 ya:mrgreen:

  8. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 1:43 pm

    saia setuju dg pendapat mas erick… .tradisi kekerasan menurut saia hanyalah pelarian dari minimnya kreativitas dalam `event` pengenalan lingkungan pendidikan oleh para senior tadi..

    so saat ini buat yg junior, mungkin bisa survive dg menyikapi kebodohan itu dg lebih kreatif.. melakukan aksi mogok / mutung, misalnya😆

  9. 10 mylongjourney
    Kamis, 19 Juni 2008 pukul 4:35 pm

    Jadi biarkan saja anak2 baru tanpa ada pengenalan lingkungan?

  10. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 4:45 pm

    @mba dyah

    mutung itu apaan mba?:mrgreen:

    @mylongjourney

    pengenalan lingkungan kan ga harus dengan kekerasan?
    tentu disini konsepnya yang harus di ubah termasuk penghapusan senioritas tadi…

  11. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 5:39 pm

    mutung itu kurang lebihnya kecewa berat .. mas erick.. terus mogok, ga mau ngapa2in, etc /setau saia sih begitu..:smile:

  12. Kamis, 19 Juni 2008 pukul 11:53 pm

    tiadakan segala bentuk OSPEK,perpoloncoan ato apalah namanya itu….
    senior nindas junior……
    junior dendam…..

    si junior naik tingkat…
    penerimaan anggota baru….
    junior udah jadi senior…..

    junior yg udah jadi senior balas dendam….
    menindas junior yang baru lagi…..

    kapan selesaianya ya?????

  13. Jumat, 20 Juni 2008 pukul 7:54 am

    ya ampun…
    maaf 1000X! saia sebenernya pas posting komen kmaren tu sama skali blum tau berita tentang STIP.. gubrakk *dodol*

    *ikhlas digebukin karna OOT*
    Btw ikut sedih n prihatin atas (lagi2) jatuhnya korban kekerasan di indonesia..

  14. Jumat, 20 Juni 2008 pukul 9:55 am

    salam kenal sebelumnya

    Itulah negeri ini yang didasari dari kekerasan

  15. Jumat, 20 Juni 2008 pukul 12:39 pm

    @mba dyah

    ikut ngebelain:mrgreen:

    @ironepunx

    mata rantai yang tak pernah putus wan

    @gelandangan

    kapan bisa berubah y?
    btw salam kenal mas.. jangan sungkan2 maen ke blog saia:mrgreen:

  16. 17 LECY
    Jumat, 20 Juni 2008 pukul 4:38 pm

    Bagi aq g semuanye taruna/i seperti tuch,lgan kekerasannye tuch terjadi kl juniornye tuch susah dibilangin lagi sm seniornye(batu) & seniornye jg tau2 batas2nye yg mana yg harus dia perbuat ke juniornye!!Ke2rasan disn hanya semata melatih mereka bkn menjadi preman stop ngedrop stip seperti tuh,gr dr sekian bnyk lu2san stip tuch berhasil & sudah terbukti!!!kl g tw keadaan campus seperti tuch jgn ikut campur!!!kl g mau da kekerasan knp masuk kuliah seperti tuh!!

  17. Sabtu, 21 Juni 2008 pukul 8:51 am

    @lecy

    wah kalo menurut aku mba, pendidikan seperti ini lebih cocok waktu jamannya hittler heheheh….
    terbukti dan berhasil? seperit apa hayo? saia ga tau tuh..
    kalo itu menjadi patokan mba… busyet berarti mba sendiri mendukung aksi2 kacangan seperti itu..bagaiman jika anak ato sodara mba di perlakukan seperti itu?
    system pendidikan macam ini harus di ubah total.

  18. 19 mylongjourney
    Sabtu, 21 Juni 2008 pukul 9:18 am

    Om,kalao STIP itu saya tau kenapa mereka didik keras gitu (punya teman)..

    soalnya mereka kan ntar jadi pelaut (ABK kapal-bukan ABK kalap) dan Admin pelabuhan, dkerjuga sangat unia pelayaran itu sendiri keras lo….berlayar bulan2an itu kadang bisa bikin gila

  19. Sabtu, 21 Juni 2008 pukul 10:08 am

    @mylongjourney

    sangat tidak relevan bro, kekerasan fisik ( seperti terekam dalam vidoe amatir ) sebagai sarat untuk menghadapi resiko pekerjaan..
    apalagi mereka pelaut, yang seharusnya di genjot itu wawasan ( otak )tentang kelautan itu sendiri. kalo pake logika dengkul kenapa musti repot2, pake aja preman2 pasar mungkin mereka lebih tahan banting untuk berbulan – bulan di lautan:mrgreen: .

  20. Sabtu, 21 Juni 2008 pukul 2:01 pm

    Salam
    Yap motherfucker sebutan pas buat orang2 yang tak punya hati nurani ituuh *emosi yeuh*😀
    Baidewi salam kenal ya, trims dah mampir di gubuk gw, salam ya buat Bad Religion, one of the best punk rock band that i loved🙂

  21. Minggu, 22 Juni 2008 pukul 1:19 am

    Rantai yg tak pernah putus,kan sudah tradisi…
    Kekerasan emang sudah jadi tradisi,susah ngilanginnya. gak di pasar,gak di gang,gak di rumah,gak di sekolah didikan kekerasan sudah pasti ada…
    Gak ada itu orang sukses gara2 dipukuli,gak ada itu,gak ada… Ato pelaut yg dididik dengan kekerasan kayak temannya mylong,buat apa?! Buat nonjokin ikan paus?:mrgreen:

    pokoke saya gak setuju didikan dengan kekerasan,apapun itu. Dan seharusnya wawasan yg berperan,bukan mental baja yg dipraktekan untuk mendidik.

    Nyok,brother semuanya… kita tiadakan kekerasan dimulai dari diri masing2,agar tak ada lagi kekerasan yg menjadi kurikulum.

  22. 23 mylongjourney
    Minggu, 22 Juni 2008 pukul 3:24 pm

    @om erick,
    sepertinya ini adalah sebuah kekeliruan, fisik dalam dunia kelautan itu adalah nomor satu…bisa bayangkan gak pelaut itu harus siaga 24 jam, trus gak ketemu keluarga berbulan2..perlu mental baja untuk bisa seperti itu..lagian kehidupan orang laut juga seperti itu om…

    dalam video amatir itu kan hanya satu sisi..saya nggak bela loh..saya pernah digenjek senior juga..trus baku pukul…sakit..berdarah..tapi setelah dipikir2 saya salah…bukan salah sih, lebih tepatnya nggak berani berargumen..pengennyagak cari masalah, padahal masalah kan harus dihadapi..dengan adanya gencet menggencet ini saya akhirnya paham maksud si senior ini…

    tapi emang juga ada seorang senior yang “tidak” mengerti arti penggencetan/ospek ini..kelompok orang ini taunya cuman menunjukkan kalau mereka lebih senior…kan gak semua orang punya pikiran yang kayak gitu toh..

  23. 24 mylongjourney
    Minggu, 22 Juni 2008 pukul 3:26 pm

    @om fendhy..
    Ampuuunn…jangan ditembak…saya masi belum kawin nee…:mrgreen:

  24. Minggu, 22 Juni 2008 pukul 3:31 pm

    @mylong

    mylong… yg nembak siape?:mrgreen:

  25. 26 mylongjourney
    Minggu, 22 Juni 2008 pukul 5:58 pm

    @om fendhy
    ya om lah..nembak pake komen…

  26. Minggu, 22 Juni 2008 pukul 6:29 pm

    hahaha… berarti saia tadi ngetik sambil megang senapan mesin. dut,dut,dut,dut,dut,dut…:mrgreen: nembakin mylong. maaf long,tadi tidak bermaksud menembak kuk.,hanya bermaksud mengcomen…:mrgreen:

  27. Minggu, 22 Juni 2008 pukul 8:52 pm

    saya ndak lho rick.. kok matanya situ melotot ke saya

  28. 29 mylongjourney
    Senin, 23 Juni 2008 pukul 9:00 am

    saya memandangnya dari kacamata sosialisasi lho ya,

    anggap aja ni kampus, saya sebagai mahasiswa baru pasti akan kesulitan membaur dengan senior2, apalagi jika jumlahnya buanyak…dan senior2 pasti akan berpikir (itu siapa sih? anak2 baru)…kalo saya cewe pastinya tanpa saya berusaha pun banyak yang akan mau kenalan ya toh, tapi sebagai cowok (tentu saja lebih mudah kenalan dengan senior cewe) tentunya akan ada perasaan sungkan membaur dengan sesama senior cowo…

    nah caranya membaur juga harus diperhatikan kalo gitu, jangan asal slengean SKSD ato malah terlalu pemalu…susah kan..gak semua orang bisa membaur dengan cepat dalam suatu komunitas..Ospek adalah salah satu cara untuk sosialisasi itu..dengan begitu ada metode2 yang diterapkan untuk membantu, yang saya lihat cara paling mudah adalah dengan tekanan dan doktrin, dibuat sampai sangat lemah mental ato bisa fisik, ditekan habis2an. tujuannya sebenernya sih paling cuma agar saya berani berbicara…

    Beralih kepada masalah fisik, terus terang saya juga gak setuju kalau ada pemukulan, dipukul kan sakit, kalau mukulnya gantian (senior dulu baru saya) itu sih asik2 aja..lebih manusiawi dan mendidik di press mental aja, contoh dikasi tugas2 yang beraaatt dan begadang2 ampe pagi, trus dikasi permasalahan, dll dsb…

    anyway, itu juga tergantung dari tiap2 sekolah sendiri, jelas senior2 lebih paham akan apa yang akan dihadapi pada saat memulai sekolah (dosen galak/tugas banyak) dan pada saat memulai kerja (tekanan mental/kekuatan fisik), yah macam itulah….

    Hehehe..paling enak kalo bisa gantian mukulnya
    A: Kamu anak baru nantang ya?? tak pukul kowe?? ntar gantian?? Berani gak
    B: Mauuuuuu..udah lama saya pengen mukul muka mu mas!!!
    :mrgreen:

  29. 30 mylongjourney
    Senin, 23 Juni 2008 pukul 9:02 am

    Aduh panjang amat, buat novel kali ya??

  30. Senin, 23 Juni 2008 pukul 9:07 am

    @mylongjourney

    hehehe dengan alasan apapun bro ( presfektif gw ) kekerasan macam gw ga setuju, gw baca di berita kekerasan ( seperti yang terekam di video ) itu akibat pengawas yang kecolongan di waktu istrahat,rektornya sendiri akan memecat seluruh senior yang terlibat dan akan menghapus kurikulum ektra, ( sama seperti kasus STPDN ), bukti bahwa kegagalan pendidikan di STIP.
    heheh setuju dengan pendapat lo, gw lebih suka di adu berkelahi ketimbang di jotos kayak kambing congok macam tu…

    @fendhy

    isi peluru lagi fen:mrgreen:
    * nembakin my long😆 *

    @regso

    saia tidak melotot sa, cuma memandang:mrgreen:

    @nenyok

    salam kenal mas, blog nya keren:mrgreen:

  31. Senin, 23 Juni 2008 pukul 12:38 pm

    salam knl………kami dari tegal………

  32. Senin, 23 Juni 2008 pukul 10:16 pm

    perkenalkan nama saya jaya,saya anak punk,salam kenal

  33. Senin, 23 Juni 2008 pukul 10:21 pm

    gw org kalimantan,jangan macam-macam

  34. Selasa, 24 Juni 2008 pukul 11:17 am

    @seemslikeidoit

    salam kenal juga mas…:mrgreen:

    @jaya

    tumben gw ketemu orang kalimantan yang picik macam kau hahahaha
    kau tidak di terima disini selama bawa nama suku…
    kita semua orang indonesia !!!
    oke jrozztt….

  35. 37 mylongjourney
    Selasa, 24 Juni 2008 pukul 9:12 pm

    saya orang indonesia, silahkan kalo mau macam2…paling2 kita bisa minum kopi bareng di warteg ato sama2 dikubur di pemakaman…

    jrooozzzt juga

  36. Rabu, 25 Juni 2008 pukul 1:16 pm

    @mylongjourney

    saia mau minum kopi bareng2 aja:mrgreen:

  37. Rabu, 10 September 2008 pukul 3:32 pm

    aku anak baik2 lo, rick. jangan marah2 ke aku ya.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  


%d blogger menyukai ini: