29
Mar
08

kesaksian sang pemula

 Judul: The Punk
Penulis: Gideon Sams
Penerjemah: Adhe
Isi: xvi+58 hlm
Penerbit London: Corgi Books/Polytantric Press, 1977
/Alinea, 2004
Rating: *****
Sumber www.ruangbaca.com

Dalam ranah pustaka nama Gideon Sams memang tak dikenal. Maklum selain karyanya cuma satu, Sams sendiri keburu meninggal di usia yang terbilang masih sangat muda: 26 tahun. Jika seorang penulis bernama Gideon Sams tak dikenal dalam dunia literer lantas apa yang membuat novel debutannya The Punk ini diterbitkan?

Kekuatan diksi, kebaruan dalam berkisah, dan eksplorasi penulisnya yang kadung belum dikenal lantaran semasa hidup karyanya tak diterbitkan atau memang penulisnya baru dikenal setelah ia meninggal seperti yang terjadi pada sastrawan kelahiran Praha, Franz Kafka? Sama sekali tidak! Justru diterbitkannya novel ini karena ditulis oleh seorang pemula. Ya, ini adalah sebuah karya pertama sekaligus terakhir dari penulisnya. Lho?

Tak dimungkiri, punk sebagai simbol pemberontakan dan anti kemapanan terbukti sampai kini tetap hidup dengan masih munculnya pengaruh tersebut pada band-band masa kini macam Green Day, Sum 41, Rancid, Blink 182, dan lain-lain. Berbekal pengaruhnya yang terbukti masih terasa, gerakan punk kemudian menjalar tak hanya di musik saja, melainkan juga kepada gaya hidup yang menjadi identitas sebuah subkultur. Tengoklah busana dan mode rambut. Sedangkan dalam khasanah literer salah satunya diwakili oleh novel The Punk sehingga jurnalis Miriam Rivett menyebutnya sebagai novel punk pertama.

The Punk mengisahkan perjalanan hidup Adolph Spitz, seorang pemuda yang resah tanpa masa depan. Spitz yang gelisah dan bersikap pemberontak kemudian menemukan caranya sendiri: menjadi anak punk. Perjalanan sebagai anak punk tentu saja mendapat hambatan dari keluarga. Apalagi sebenarnya sang ayah menginginkan Spitz menjadi polisi. Untuk “membendung” sikapnya sehingga hidup Spitz jadi lebih teratur, sang ibu menyuruh Spitz pergi mencari pekerjaan di Bursa Tenaga Kerja. Pergi ke sana Spitz mendapat pekerjaan sebagai asisten tukang potong ikan. Walau sudah dapat kerja bukan berarti sikap pemberontaknya hilang. Spitz malah memutuskan hengkang dari rumah. Pertemuannya dengan Thelma, seorang gadis dari geng pergaulan anak-anak Ted membuat mereka terlibat perseteruan antar geng kian tajam. Maklum, sudah sejak lama antara geng punk dan Ted tak pernah akur.

Baiklah, The Punk secara naratif memang tak sampai menggeliat dengan lentur laksana Going Down with Janis yang begitu fasih menggambarkan riak kehidupan ratu blues Janis Joplin demikian lancar seperti membaca novel historis atau menjadi novel dengan latar belakang sejarah musik grunge yang kuat seperti karya Mark Landquist, Nevermind Nirvana. (Grunge adalah subgenre musik rock yang dicetuskan pertama kali oleh Lester Bangs yang kemudian “ditahbiskan” sebagai penulis jurnalisme punk.) Tidak. Justru dengan halaman yang demikian tipis (hanya 58 lembar) dan ia “hanya” karya fiksi, The Punk tetap dapat dianggap sebagai catatan perjalanan dokumentasi masyarakat punk paling kompeten lantaran ditulis pelaku sejarahnya sendiri yang memang anak punk.

Nyaris seperti Landquist yang juga dikenal sebagai kritikus musik, dalam menulis The Punk Sams pun membekali diri dengan referensi musik dari Melody Maker dan NME. Paling tidak ada sedikit kesamaan antara Landquist dan Sims, yaitu sama-sama menulis novel dengan setting kehidupan masyarakat sebuah subkultur dengan musik rock sebagai identitasnya. Apalagi dalam sejarah musik rock tak dapat dimungkiri sedikitnya “roh” dari genre grunge yang diwakili dengan lahirnya grup musik Nirvana dan Pearl Jam masih bersaudara dengan punk. Novel ini lahir di tengah gelombang punk sedang marajalela anak-anak muda Inggris, terutama ketika band Sex Pistols dan Ramones, dua pionir legendaris punk yang sedang naik daun sebagai band punk nomor wahid.

Sayang, walau secara naratif cukup lancar Sams ternyata hanya mampu menceritakan secuil problem karakter utama. Maklum selain ini adalah “karya debutan sang pemula”, The Punk dibuat sebagai tugas sekolah di kala Sams berusia 14 tahun. Uniknya, walau ia adalah karya “sang pemula” Sams sendiri punya kecenderungan dimana ia pantas dianggap sebagai “legenda” juga. Ia meninggal dalam usia sangat muda mirip kematian pentolan Sex Pistols, Sid Vicious, pemusik grunge Kurt Cobain atau gitaris legendaris asal Seattle, Jimi Hendrix. Bedanya, Sims masuk dalam dinamika punk dengan menulis novel sedangkan yang lainnya lewat musik, selain perjalanan hidup para musisinya sendiri yang memang penuh gejolak.
Baiklah, ia gagal dengan pesona lain yang barangkali bisa diselami lebih dalam lagi oleh si penulis. Tapi terlepas dari kegagalannya karena ia “cuma” ditulis oleh seorang pemula, kehadirannya tetap berarti karena The Punk adalah saksi zaman sebuah subkultur pendobrak kemapanan dari pelakunya sendiri dengan jujur dan apa adanya. *

Linda Novianti, pecinta buku, tinggal di bloomington.
–Linda Novianti


19 Responses to “kesaksian sang pemula”


  1. Selasa, 1 April 2008 pukul 4:51 pm

    membaca resensinya sepertinya menarik
    tapi entah kenapa aku lebih sering tertidur kalo mbaca novel, beda dengan komik:mrgreen:

  2. Selasa, 1 April 2008 pukul 10:02 pm

    @lainsiji

    sama:mrgreen: tergantung novelnya apa😉

  3. 3 Anonim
    Rabu, 2 April 2008 pukul 11:36 am

    Majukan komunitas PUNK

  4. Rabu, 2 April 2008 pukul 1:24 pm

    @ anonymous

    bersama bangun komunitas dan bangsa ini:mrgreen:

  5. Selasa, 15 April 2008 pukul 1:51 pm

    lebih seperti cerpen tuh bukunya gideon.. ada juga referensi lain yaiti Skinheads lupa karangannya siapa..

  6. Selasa, 15 April 2008 pukul 3:20 pm

    @ardianzzz

    wah root banget…
    bisa bagi2 referensi bro?

  7. 7 FarrAs
    Jumat, 13 Juni 2008 pukul 2:40 pm

    oi..oi .. keRend SangaD…..Gw DukuNg Nihh…!!!
    -JOGJA’s PUNK-

  8. 8 MAYORITAS KULIT KEPALA
    Rabu, 18 Juni 2008 pukul 3:10 am

    DARAH JUANG UNTUK SEMUA GOLONGAN OI OI OI OI OI

  9. Rabu, 18 Juni 2008 pukul 2:11 pm

    @farras & mayoritas kulit kepala

    terima kasih atas kunjungannya:mrgreen:

  10. 10 Anonim
    Sabtu, 8 November 2008 pukul 2:13 pm

    Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

    Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

    Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

    Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

    Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

  11. 11 themphee-bongkrek
    Jumat, 14 November 2008 pukul 2:07 pm

    bro anonymous itu komentar apa mau nyoba mindahin blok lain ke blok ini.
    kacian……..

  12. Jumat, 14 November 2008 pukul 3:35 pm

    gue banget……!!! oi..oi..oi..by *XINTHINK CHOS PUNK* PALOPO UNDERGROND

  13. 13 edo punk
    Rabu, 18 Maret 2009 pukul 6:04 pm

    ANAK PUNK MERUPAKAN SEORANG ANAK YG HIDUP N SEKOLAH DI JALANAN

  14. Rabu, 29 Juli 2009 pukul 11:32 am

    gw anjas gw anak jalanan yg di pikirin ortu w punk itu anak2 yg suka rusuh tapi gw pikir2 jadi anak punk tu enak ya dah ni yg bisa w ungkap kan

  15. 15 JOKRES PALOPO
    Minggu, 10 Januari 2010 pukul 9:41 pm

    ANAK PUNK TELASOMO SEMUA……………………….. ANAK YANG CUMAN TAUCH RUSUH AZA

  16. 16 ilham
    Jumat, 20 Agustus 2010 pukul 11:05 am

    oi..oi…oi… naG puNk it mNdiri tDk mNgharap baNtuaN oRtu..
    mReka naG soSiaL… !!!!!!!!!!!!!!!!!!

  17. Kamis, 30 Desember 2010 pukul 1:19 am

    Dari hari ke hari.
    Dari tahun ke tahu.
    Berambut mohawk,berbot hitam,dan steelan ngentrix.bahwa mereka mandiri, terus berkarya,jalin komunikasi,galih potensi di jalanan….
    .oi.oi.oi.
    Street punk…street punk…street punk….vi vala street punk, kibar kan perlawanan mu

  18. 18 satriamarjinal
    Jumat, 10 Februari 2012 pukul 1:00 pm

    aku juga anak2 punk bozzzz sante bozz

  19. 19 satriamarjinal
    Jumat, 10 Februari 2012 pukul 1:03 pm

    satri jga anak2 punk tapi tdak akan pun aku berhenti skolah bozzz.pasukan anak punk pucak wangi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  


%d blogger menyukai ini: