13
Mar
08

10 alasan mengapa banyak band gagal

Oleh: Jeffrey A. Macak (President, JMI Publications, USA)

 sumber www.studiomusik.com

1. Mereka tidak memiliki tujuan

Jika Anda tidak memiliki tujuan dalam mengembangkan karier, bagaimana Anda bisa mendeteksi sebuah kemajuan? Bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas. Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.

2. Mereka tidak memiliki perangkat menuju kesuksesan

 Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah “proses” untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi asset yang sangat berharga. Bagian dari “proses” yang di maksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan “perangkat” khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik! Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional. PRESS KIT/PROMO PACK

  • Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band
    Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)
  • Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis,
    termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang
    mereka kerjakan, dan sebagainya.)
  • Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan
    oleh sang artis, milik sendiri atau cover)
  • Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis
    yang termuat dalam demo mereka.
  • Foto artis.
  • “Write-ups.” (Berbagai kisah menarik atau resensi yang
    ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan
    tentang mereka di radio maupun televisi.)

MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Anda adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan Anda (sang artis). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.
DAFTAR TARGET MEDIA
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan- penerbitan industri musik, majalah-majalah, suratkabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya
memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat “perhatian” untuk dikontrak label rekaman.
Pernahkah Anda mendengar orang berkata, “saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka.” Nah, Anda harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu “tampil” sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band Anda maka dijamin band Anda akan tampil di banyak
tempat!
Manfaatkan penggunaan media dengan memasang iklan atau beriklan secara gratis, sebarkan rilis pers, write-ups dan resensi, dan kalau bisa usahakan tampil di radio dan juga televisi juga.

 3. Mereka tidak memiliki seseorang untuk memandu karier

Salah satu tanggungjawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing. Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer. Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena “teman-teman” ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah. Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman- teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.

4. Mereka menunggu untuk ditemukan

Jika Anda “menunggu untuk ditemukan,” saya punya satu pertanyaan sederhana… “APA YANG SEBENARNYA YANG KAMU TUNGGU?” Ini seperti berkata, “Saya sedang menunggu sukses!” Jelas tidak masuk akal! Apa yang dimaksud oleh musisi-musisi ini ketika mereka bilang tengah menunggu untuk ditemukan sebenarnya adalah: “Saya sudah mentok karena benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi!” Tidak ada yang perlu ditunggu-tunggu, mulai lakukan sesuatu, SEKARANG! Demand discovery, never wait for it!

5. Mereka kurang berdedikasi

Banyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Itulah dedikasi! Itulah kegigihan! Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Anda tentu tidak perlu tampil 10 tahun lamanya sebelum “keajaiban” terjadi, namun, bila Anda memiliki dedikasi untuk mengarungi suka- duka dan sukses menghalau segala rintangan yang manghalang, agaknya Anda sudah semakin dekat dengan “keajaiban” tersebut.

6. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan

Oke, berikut ini adalah; “3 Rahasia Besar untuk menjadi Sorang Musisi Profesional dan Mendapatkan Kontrak Rekaman!”

  • Asah terus bakat Anda! Latihan, latihan, latihan!
  • Didiklah diri Anda dengan berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau Anda mengerti semuanya, cari tahu! Jika Anda berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Anda benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah Anda tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang Anda bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri Anda sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar!
  • Promosi, promosi, promosi! Mungkin Anda adalah musisi terhebat atau penyanyi paling sensasional yang pernah ada di planet ini, tapi kalau tanpa di dukung promosi, siapa yang tahu?

7. Mereka lebih banyak punya alasan mengapa mereka tidak bisa dibandingkan mereka bisa!

Banyak musisi yang belum apa-apa sudah memasang banyak penghalang di benak mereka. Hal ini malah membuat mereka jauh dari kesuksesan. Jangan biarkan kekurangan PD merongrong bakat atau karier musik yang telah Anda impi-impikan sejak lama. Ego yang sehat malah dibutuhkan dalam bisnis musik. (seorang ego-maniak tidak mendapat tempat di sini!)

 8. Mereka tidak memiliki komitmen jangka panjang

Jika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi “beneran” selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan
kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!

9. Mereka tidak serius

Jika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi professional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara professional pula!

10. Mereka tidak berbakat sama sekali

Salah satu alasan terbesar mengapa begitu sulit untuk menembus bisnis musik adalah karena bisnis ini merupakan bisnis yang kompleks. Semua orang kebelet menjadi bintang. Apa yang membuatnya semakin sulit ditembus ternyata karena makin banyak lahir musisi jadi-jadian yang merusak kesempatan bagi musisi-musisi berbakat! Label-label rekaman dibombardir dengan demo-demo “sampah” yang sangat jauh dari standar industri musik. Tidak heran makanya demo-demo ini kemudian langsung berakhir di keranjang sampah walau belum sempat dibuka sama sekali! Ini artinya bagi musisi professional, orang tersebut harus menunggu sampai bagian A&R dari label-label rekaman tersebut selesai menyortir satu-persatu ribuan “sampah” tersebut sebelum akhirnya benar-benar dibuka dan disimak oleh mereka.


20 Responses to “10 alasan mengapa banyak band gagal”


  1. Kamis, 13 Maret 2008 pukul 4:30 pm

    rick bagaimana band yang tidak mengikuti selera pasar ?

  2. 2 Okta Sihotang
    Kamis, 13 Maret 2008 pukul 5:38 pm

    intinya,
    1. punya bakat
    2. be creatives
    3. dan serius untuk ngeband..

    hallah..jadi sok tw, Kabuurrrr

  3. Kamis, 13 Maret 2008 pukul 9:46 pm

    @regsa

    gw kira kembali ke masalah personal band2 itu sendiri,tujuan dari ngeband itu apa,secara market ( lebih luas/umum ) pasti akan susah. Tapi secara kualitas attitude terhadap musik nya sendiri merupakan hal yang patut kita acungin jempol band2 seperti itu.karena mereka mampu mewarnai musik mereka dengan cara mereka sendiri ( punk🙂 ) not profit oriented,itu pasti!

    @okta sihotang

    wah lebih simpel 🙂

  4. Selasa, 18 Maret 2008 pukul 4:35 pm

    Halo salam kenal, makasi udah tinggalin comment ke Anarchy & Rock N Roll

    Om erik (bner gak tuh namanya ? maaf kalo salah), blog nya ini bagus, kenapa kok gak sekalian aja pke domain yang lebih populer seperti .com / .net sekalian ?? Isinya punk semua lagi, sadiss !!

    Oiya kembali ke artikel ini. Memang dunia musik itu keras, tapi menurut pengalaman saya, itu kalo konteksnya “INDONESIA”. Kalo di negara luar, saya lihat gak begitu, musisi2 justru pada hidup. Sebenarnya bukan musisi doang sih, tapi masalah pemerintahnya, pemerintah Indonesia kebetulan gak menggarap serius dalam segala hal termasuk juga musik. Maka dari itulah kita butuh anarki !! hehehe…

    Lagipula saya liat juga, selera pasar di Indonesia itu terpaku dengan pop, pop, dan pop. Jadi memang agak sulit untuk mencari pasar untuk musik yang beraliran yang agak keras (mis : rock, punk, dan metal). Memang tetap ada pasarnya. Tapi ya hanya kalangan komunitas saja. Alternatif saja dibilang keras kok di Indonesia.

    Tapi yang jelas musisi-musisi yang mengusung aliran yang agak keras memang harus saling membantu supaya aliran kita ini didengar dan mendapat tempat di masyarakat. If I fall back down, you’re gonna be help me back home again.

    http://www.anarchy-rocknroll.com

  5. Selasa, 18 Maret 2008 pukul 5:23 pm

    @nunu bantenz

    hehehe panggil aja erick😉 untuk domain sebenernya ada rencana tapi belum cukup SDM nya:mrgreen:

    thanks udah maen ke blogku mas🙂

  6. 6 sahatmrt
    Rabu, 19 Maret 2008 pukul 3:40 pm

    ini artikel sangat menarik, sangat berguna, dan penting diketahui anank anak band dimana pun di Indonesia ini. Mohon ijin Mas Erick, pada waktunya ini artikel mau saya kutip juga di blog saya atau akan saya tunjukkan ke sini.

    kalo pengalaman saya, yang paling nyusahin tuh alasan nomer 10. Band / musisi jadi jadian yang tidak berbakat (atau kurang berbakat atau yang bakatnya belum terasah) tapi kebelet jadi superstar.

    Ketika disarankan untuk terus menimba ilmu / latihan, seperti di alasan nomer 6 (atau blog saya “Membina Band”), mereka jadi enggan dan ngotot kalau musik mereka sudah bagus, sudah keren, semata gara gara mereka sudah manggung di sana sini, udah pernah juara festifal, udah main di kafe dll. Barangkali mereka lupa, yang dijual tuh musiknya, bukan gelar gelar juara atau pengalaman ini itu.

    Jadi mereka ngotot cepat cepat mau bikin demo, makanya tidak heran banyak demo-demo “sampah”. Harap bedakan musik musik yang tidak populer /penggemarnya memang relatif lebih sedikit macam metal, punk dsb, dengan demo-demo “sampah” begini.

    Yang lebih parah, mereka memang jadi tidak mau dipandu (makanya jadi seperti alasan nomer 3 itu), maunya cepet cepet bikin demo (padahal kualitas rekaman demonya juga parah amburadul), cari koneksi kenalan ke label, trus pengen cepet cepet dikontrak.

    Beberapa tahun lalu saya sempat dapet komitmen dari AS (vocalis Base Jam, kami temen dari sma), asal saya bisa bikin/dapet demo yang bagus, dia mau bantu kenalin ke label, dengan syarat, harus bener bener bagus. Hasilnya? sampe sekarang saya ga berani tuh nunjukin demo siapapun juga ke Adon, belum dapet yang bagus sih🙂

    Kayaknya untuk dapetin / nemuin band yang bagus, yang berpotensi untuk jadi besar macam padi, so7, dewa, kayaknya susah …. susah…. susah…🙂

  7. Rabu, 19 Maret 2008 pukul 9:41 pm

    @saharmrt

    silakan pak mungkin referensi yang berguna buat anak2 band yang pengen prof di bidangnya,
    kebanyakan musisi sekarang hanya bangga dengan karyanya dan mentok2nya buat kompilasi trus ngilang ga jelas mungkin karena kehilangan stimulan tadi,ya saya rasa hanya semangat juang dan trus intropeksi diri secara kualitas karya * di lihat dari sisi komersil * yang bisa membuat si musisi tadi punya nilai * di liat dari kacamata komersilitas:mrgreen: *
    thanks udah maen ke blog saya pak.
    tetap suport musik indonesia!
    keep DIY
    bisa minta alamat blognya pak❓:mrgreen:

  8. 8 sahatmrt
    Rabu, 19 Maret 2008 pukul 10:45 pm

    Mas Erick tengkiu atas ijinnya🙂, by the way, saya sih berharap kualitas karya musik yang baik dikembangkan bukan cuman buat band / musisi yang pengen komersil🙂 dan ngepop saja. Tapi justru juga buat musisi musisi yang tidak perduli komersialitas dan mementingkan keindahan musik (terlepas apapun alirannya) dan bergerak di jalur indie🙂. Pasti gak enak kan dengerin musik yang tidak indah?🙂

    Lagian saya ngeblog sih justru sebenernya biar suatu band bisa publish karyanya sendiri secara indie, lepas dari kungkungan labels. Cuman emang blog saya belon komplit sih🙂 masih banyak yang perlu ditambah. Mohon maklum kesibukan🙂 sering ga bisa ditinggal🙂

    Anyway, thanks sekali lagi. Blog Mas ini penting buat saya! Salam!

  9. Kamis, 27 Maret 2008 pukul 5:52 pm

    tambahan: Kekurangan dana..😛

  10. 10 yayat
    Jumat, 4 April 2008 pukul 10:22 pm

    artikel ini sangat pentig buat gue dan anak2 yang lainnya bro,
    salam dari anak2 surabaya!!!!!!
    tapi inti dari semuanya sih kembali ke personil band2 itu sendiri sey,
    apakah serius or hanya 1/2 hati
    gi mana kabar bro???????

  11. Sabtu, 5 April 2008 pukul 9:07 am

    @yayat

    yoi coi janji mu ku tunggu:mrgreen:

  12. Sabtu, 5 April 2008 pukul 12:11 pm

    Susah juga sih, masalahnya di Indonesia seni itu gak dihargai. Gak seperti di luar negeri. Pemerintah itu gak pernah peduli, liat aja kesenian daerah kita itu dalam hitungan tahun bakal punah !! Sedangkan generasi sekarang yang sadar itu sedikit.

    Sedangkan menurut teman yang domisili di USA, bule-bule itu sangat antusias banget sama kesenian kita, dari alat musik daerah, tarian, sampe batik2.

    Sayang bgt anggota DPR itu kerjaannya cuma ngentot (maaf) seperti yahya zaini sm maria eva. Rakyatnya teriak2 gak pernah diurusin. “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara” MANA BUKTINYA !!!

  13. Sabtu, 5 April 2008 pukul 3:36 pm

    @anarchy-rocknroll

    bokap gw suka mainin angklung yaitu alat musik traditional dari bali yang terbuat dari bambu,dia punya banyak koleksi. paling enak dengerin di tengah sawah,damai banget
    kadang gw malu ma bokap karena ga bisa maenin:mrgreen:
    ya itulah realitas yang ada sekarang,
    gw adalah satu contoh generasi yang hampir melupakan kesenian traditional bahkan melupakan😦

  14. 14 d_rebel
    Kamis, 1 Mei 2008 pukul 12:44 pm

    band yang gak bisa bertahan itu band yang gak punya konsep,pelacur,and pinginnya star.kalau band buat sarana cari teman,bangun jaringan and sebagai propaganda,atau sekedar buat penyalur kresi/jiwa seni kita n kita gak hidup dari band,jadi kehidupan kita tetap ada and gak melulu band-band dan band kita akan tetep dapat bertahan.D.I.Y STILL ALIVE GAK PERLU MEMPERTAHANKAN BAND MENUNGGU PEMERINTAH PEDULI SENI LAH,INI LAH,ITU LAH………KALAU PINGIN BAND KITA AND BAND TEMAN-TEMAN KITA TETAP ADA YA SALING SUPPORT AJA

  15. Jumat, 2 Mei 2008 pukul 8:05 am

    @d_rebel

    yah itulah realita yang ada sekarang bro, bagi gw support sesama kawan adalh yang penting, juga menjadi diri sendiri, capai melacur terus:mrgreen:
    ngband bagi gw adalah kebutuhan jiwa😉

  16. Minggu, 4 Januari 2009 pukul 12:12 am

    Salam perkenalan dari The Getz (sebuah band baru berasal dari kota Yogyakarta) Silakan kunjungi thegetzband.blogspot.com

  17. Minggu, 17 Mei 2009 pukul 11:41 pm

    Hii..Om erick…,

    aku minta pendapat nya dong tentang lagu dari band saya nama nya KHATA-G
    Link nya http://www.myspace.com/khatag
    aku minta saran2 juda dari temen2,, thnx Om erick..

  18. Sabtu, 30 Januari 2010 pukul 10:41 pm

    Salam kenal bro erick, Tulisannya menarik dan inspiratif… Mohon izin buat share linknya di facebook.

  19. Sabtu, 27 November 2010 pukul 1:38 am

    salam bahagia

    ada 5 kunci kiat supaya mimpi tercapai :
    1. punya mimpi/impian/cita”.
    2. berdoa, meminta penerang jalan saat proses demi proses melaluinya agar tdk tersesat dan diberi kemudahan serta diberi petunjuk.
    3. berfikir, bagaimana caranya, belajar, belajar, dan trs belajar tentang jurusan yg digeluti dlh kunci yg tepat.
    4. lakukan, melakukan tindakan, tidak hanya dlm angan”, tanpa tindakan, impossible.
    5. lalu kembali pasrahkan hasil akhirnya kepada sang maha kuasa, dialah sang maha penentu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  


%d blogger menyukai ini: