18
Des
11

what’s the harm if they choose to be different…?

Gambar

Aceh punk kids who were arrested after they held a charity concert, Aceh.

 

punk is a sub culture that was born and along with the movement – the movement and in essence, against authoritarianism. same as its human rights movement, just like any other movement against capitalism. I regret very much now as it did in the new Aceh – recently. is an act which I call the shrink right – the right of others to freedom. they were arrested and thrown into the pond, their hair at the barbershop, in Aceh they be treated like criminals.

 

Aceh is part of Indonesian territory that is currently very tight to sharia law. very regrettable if the minor disturbances such as this punk movement they perceive as a threat. if these small differences they called a threat to how the other big things. sufficient explanation of the differences in Aceh. I think in vain to bring the difference down there. but that needs to be emphasized that, like what they did to punk kids there. think a little adult is very important here that in terms of education for children in the nation as it did with punk kids in Aceh is a wasted education. because after all, and history has proven anything done in authoritarian then it becomes useless.

this paper is not in the address all the Acehnese people, but rather to emphasize the regional government there. that we need to learn a little mature to embrace all the elements, so that the harmony in this life can be enjoyed by all walks of life. if the punk movement threatened, I believe the threat is not strong in comparison with corruption. I know Aceh is one area where there are many regional divisions that resulted in corrupt practices and bureaucratic deficiencies.

bali see there are many elements of society and growing subculture there. but rarely have sweping to punk people there. If Bali can why Aceh can not?

if you are allergic to look at their makeup and punk culture so you do not see. very simple once you?

I’m not a punk, but I believe and understand what the people feel punk. may also act as Sondang or other movements that opposed the government that does not side with the people.

believe what the children did this punk will not be detrimental to our young generation. because punk was born on its own, moving to independent. wasted if you set the punk, because punk can take care of himself. like if you had a neighbor, Mind your household do not make a fuss in the household of others.

Indonesia is now happening in many human rights violations, mesuji case. which the capitalist firm, supported by rogue governments jointly expel people who have long inhabited their land. things like this that need our attention … instead of taking care of things that are not as important as capturing punk kids.

greetings of peace from me ….

by erickningrat

About these ads

25 Responses to “what’s the harm if they choose to be different…?”


  1. Rabu, 21 Desember 2011 pukul 7:43 pm

    @anti punk aceh…

    apa salahnya jika mereka memilih untuk menjadi berbeda…..?

    punk merupakan sub kultur yang lahir dan bersamaan dengan pergerakan – pergerakan yang pada intinya melawan otoriterisme. sama seperti pergerakan hak asasi manusianya, sama seperti pergerakan melawan kapitalisme lainnya. saat ini saya sangat menyayangkan seperti yang terjadi di aceh baru – baru ini. merupakan suatu tindakan yang saya sebut sebagai mengecilkan hak – hak orang lain untuk merdeka. mereka di tangkap dan di ceburkan ke kolam, rambut mereka di cukur, di aceh mereka di perlakukan seperti penjahat.

    aceh merupakan bagian dari wilayah indonesia yang saat ini sangat ketat melakukan hukum syariahnya. sangat di sayangkan jika gangguan-gangguan kecil seperti pergerakan punk seperti ini mereka anggap sebagai ancaman. jika perbedaan-perbedaan kecil ini mereka sebut sebagai ancaman bagaimana dengan hal-hal besar lainnya. cukup penjelasan tentang perbedaan di aceh. saya rasa sia-sia membawa perbedaan ke sana. namun yang perlu di tekankan bahwa, seperti apa yang mereka lakukan terhadap anak-anak punk disana. berpikir sedikit dewasa sangat penting disini bahwa dari sisi pendidikan untuk anak bangsa seperti yang di lakukan terhadap anak-anak punk di aceh merupakan pendidikan yang sia-sia. karena bagaimanapun dan sejarah sudah membuktikan apapun yang di lakukan secara otoriter maka itu menjadi sia-sia.

    tulisan ini bukan di tujukan kepada semua orang-orang aceh, tapi lebih kepada menekankan kepada pemerintahan daerah di sana. bahwa kita perlu belajar sedikit dewasa dengan merangkul semua element, agar keselarasan dalam hidup ini bisa di nikmati oleh semua kalangan. jika gerakan punk mengancam, saya yakin ancaman itu tidak sedashyat di bandingkan dengan korupsi. saya tahu aceh merupakan salah satu daerah di mana terjadi banyak pemekaran wilayah yang mengakibatkan praktik korupsi dan defisiensi birokrasi.

    lihatlah bali disana banyak element masyarakat dan subkultur berkembang disana. namun jarang sekali ada sweping terhadap orang-orang punk disana. jika bali bisa kenapa aceh tidak bisa?
    jika anda alergi melihat dandanan dan budaya punk mereka maka janganlah anda melihat. sangat sederhana sekali ya?

    saya bukan orang punk, tapi saya yakin dan memahami apa yang di rasakan oleh orang-orang punk. mungkin juga seperti sondang atau aksi gerakan-gerakan yang lain yang menentang pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat.

    percayalah apa yang di lakukan anak-anak punk ini tidak akan merugikan generasi muda kita. karena punk lahir dengan sendirinya,bergerak dengan sendirinya.janganlah mengurus tentang punk, karena punk bisa mengurus dirinya sendiri. ibarat jika anda punya tetangga, uruslah rumah tangga anda jangan buat ribut di rumah tangga orang lain.

    di indonesia sekarang banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran ham, contoh kasus mesuji. dimana perusahan kapitalis yang di bekingi oleh oknum pemerintahan bersama-sama mengusir masyarakat yang telah lama mendiami tanah mereka. hal-hal seperti inilah yang perlu kita perhatikan…bukannya mengurus hal-hal yang tidak penting seperti menangkap anak-anak punk.

    salam damai dari saya….

    by erickningrat

  2. 3 nery bastard
    Jumat, 23 Desember 2011 pukul 7:33 pm

    ckckck… indonesa NEGERI NGERI om…… para preman berseragam smena mena pada kaum bawah sedangkan para penjahat berpakaian rapi didiamkan

  3. 4 mylongjourney
    Minggu, 25 Desember 2011 pukul 10:57 pm

    Hello Mate!!!!

    Long time no see….such a long sleep you’d took over there.

    Ini kasus gede yah. bener2 dah…..very regretable. like the wanna say “if you are not like me, the you are my enemy”…..

    saya suka quote ente bro “uruslah rumah tangga anda jangan buat ribut di rumah tangga orang lain”.

    Jayalah punk. rambut boleh dipotong, baju boleh diganti. hati siapa yang tahu,

  4. Minggu, 25 Desember 2011 pukul 11:55 pm

    @nery..

    sudah sangat akut bro

    @mylong…

    thanks likenya bro…
    apa kabar bro…?
    semoga sehat2 saja dan di beri rejeki yang berlimpah sama tuhan… :-)

    lagi prihatin + sedih bro… dengan kondisi negara ini walaupun saya bukan empunya negara ini, tapi akan berdosa jika saya tidak menyumbangkan pemikiran2 kritis lewat blog. walaupun tis tis nya tidak seperti dulu lagi, tapi setidaknya semangatnya masih terpelihara dengan baik……

  5. 6 mylongjourney
    Senin, 26 Desember 2011 pukul 7:01 pm

    Sehat bro, dalam proses mewujudkan mimpi2 gw. trims doanya, cuman minta slamet aja biar gak kena tsunami sudah cukup bro.

    ente baca berita, banyak demo di LN masalah ini. di inggris contohnya. skin head turun ke jalan….
    gw gak mau membandingkan dengan perihal agama karena pemahaman gw juga cetek tapi batin gw berasa mestinya harus dirangkul bukan dengan cara itu…anyway. just my thought.

    keep on posting bro. masak idealisme kalah sama kesibukan duniawi. (hehehe)

  6. 7 semangka.maniez
    Senin, 26 Desember 2011 pukul 11:21 pm

    sebenernya sih ga salah ma pilihan mereka..mau jadi punk, rock ato apapun itu sah2 aja menurut ane..
    cuma mungkin harus liat sikon..udah tau Aceh itu kota Muslim #kalogasalah ;p
    jadi klo mw seperti gaya punk or something, ya liat2 dulu mereka berada dimana, terapan disana gimana..meskipun kita berada didunia modern sekalipun tp kita hidup bermasyarakat..apalagi kita berada di bagian timur yang agak susah untuk menerapkan hal itu dan untuk kasus Bali itu sedikit diistimewakan krn udah seperti bagian barat gitu deh..

    Sori nih klo ane sok tau,hehehe ^_^

  7. Selasa, 27 Desember 2011 pukul 12:36 am

    @mylong…
    agitasi tentang punk dan budaya timur selalu diliat dari tampilan visual aja…suatu elemen yang sering kontraindikasi….. simplenya…masyarakt di indonesia lebih permisif terhadap “kekakuannya”… tapi lebih sulit menerima budaya counter mainstream seperti punk dsb..
    artinya jika kita mau terlihat baik dan di terima maka aturannya adalah kita harus mengikuti “aturan2″ yang berlaku di masyarakat. yang menjadi pertanyaan adalah kenapa praktik budaya korupsi bisa tumbuh subur di masyarakt yang kita banggakan ini? kesimpulan sementara adalah… kenapa masyarakat lebih memilih menyingkirkan budaya punk daripada sepenuh hati menghilangkan praktik budaya korupsi?

    oh ya long… kadang dalam hidup perlu sedikit improvisasi untuk sedikit cooling down, mengumpulkan kekuatan dan kembali lagi beraksi…. :mrgreen:

    @smangka.manies

    tidak ada yang salah dengan aceh… karena aceh telah memilih untuk menjadi karakternya sendiri.. yaitu murni syariah.. tapi yang menjadi pertanyaan.. kenapa praktik budaya korupsi sangat tinggi di aceh? dana2 untuk pembangunan rakyat sering macet..kenapa ?
    jika anda membanggakan budaya timur yang kita cintai ini? lihat indeks prestasi korupsi rata2 negara2 dengan budaya baratnya memilik nilai paling tinggi kanada singapura dsb…sedangkan kita paling jeblok sampai urutan keseratus..

    apa yang kita banggakan dari budaya timur selain kehilangan rohnya karena kita terlalu di nina bobokan olehnya?
    :-)

  8. 9 Chupenk
    Kamis, 29 Desember 2011 pukul 8:34 pm

    om om mau nanya dong :: apakah selalu sisi negatif yang dilihat anak punk terhadap tanah air kita ?

  9. 10 mylongjourney
    Jumat, 30 Desember 2011 pukul 12:15 am

    Wow….Jawaban om erick sejenak membutakan mata gw. Gak ada komentar. saya setuju dengan pendapat situ. setidaknya untuk saat ini (soalnya belum mikir dalam lagi).

    Gw jadi pengen iseng Mengaitkan kesimpulan sementara om erick tentang korupsi dan punk dengan apa yang gw hadapi di sebuah negeri antah berantah tanpa agama, memang betul jarang ada berita korupsi (gw bisa memvalidasinya karena gw hidup disini) dan kebetulan gw juga menghabiskan sebagian besar hidup di bali (meskipun lebih permisif thd counter mainstream tetapi korupsi juga masih merajalela). Kebebasan dan sikap permisif itu juga tidak menjamin korupsi gak merajalela. Ada faktor X nya di budaya kita (kayaknya nih bawaan jaman penjajahan belanda dah). CMIIW

    Kembali ke punk…sekali-kali dibahasa dong punk secara harfiahnya, bukan secara tampilan visualnya. biar yang baca pada ngerti kalo itu gak melulu tentang rambut mohawk, piercing, tatoo, celana belel, dll. Gw juga mungkin masih punya pemahaman yang kurang mendalam tentang itu dan butuh pencerahan om.. :)

    After all. Happy New Year 2011. Yoi Otoshi o Omukae Kudasai

  10. Sabtu, 31 Desember 2011 pukul 12:20 am

    @chupenk…

    yang partama saya bukan anak punk saya penulis blog ini bernama erickningrat.wordpress.com
    dengan tag awal anak punk sehingga memudahkan orang mencari di google dengan kata “anak punk” …
    yang kedua saya tidak akan mencari pembenaran dengan mengatakan teroris lebih berpikiran buruk dari anak punk membom saudara sendiri dan ingin memisahkan diri dari NKRI, dan juga tidak akan mencari pembenaran bahwa koruptor lebih buruk dari anak punk…

    @long…

    setuju long
    negara ini tidak butuh fundamentalis agama long… yang kita butuh cukup kerja keras,pantang menyerah,MENJAGA KEHORMATAN,rajin membaca,menjaga tradisi
    kita kehilangan roh2 in long… ane yakin jika kita punya ini maka budaya korupsi tidak akan tumbuh…

    long long emang kita long time no see :mrgreen: , banyak sekali yang mengira blog ini punya anak punk sejati, padahal kehidupan sehari – hari ane hanya seorang ayah yang bekerja pagi pulang malam dengan memakai dasi dan baju batik,,,heheheh jauh dari kesan “PUNK”…. ane justru sudah tercerahkan olehmu long… :-)

    oh ya long selamat tahun baru juga … tidak terasa sudah hampir 4 tahun kita bersua di blog ini… hehehehe

  11. 12 biymha
    Jumat, 6 Januari 2012 pukul 3:23 am

    . Kita d.aceh menggelar konser bukan untuk k.snangan kita?
    . Tp kita mengelang dana untuk membatu orang lain yg membutuhkan?
    . Kita orang kecil, mau mambantu, kug pada d.tangkap n di lecehkan?
    . Coba orang berseragam, berpangkat?
    . Apa mereka mau seperti kita ? Membatu ?

  12. 13 Anonymous
    Rabu, 18 Januari 2012 pukul 12:58 am

    punk khhan cma jlan hidup dan punk tdak mengangu untuk apha punk d tindas negara punk hanya lha jln hdup yg bda dri klian

  13. 14 qie rasta
    Senin, 6 Februari 2012 pukul 7:40 pm

    hahahahahahah

  14. 15 Maya
    Jumat, 30 Maret 2012 pukul 7:45 pm

    Aku dulunya juga anak punk tapi kerna punk nggak diterima di Malaysia..aku terpaksa berubah..maaf ya…aku anak malaysia yang keturunanya asal dari indonesia….lg mau belajar budaya dan bahasa asal moyangku..

  15. Selasa, 3 April 2012 pukul 11:25 am

    Sahabt nama ku tolib roger padilah aku memang anak punk aku bhkan pernah satu hati sama punk jizta aku dkv

  16. 17 Anonymous
    Selasa, 3 April 2012 pukul 12:09 pm

    PUNK bukanlah samapah atau musuh besar dalam negara tetapi PUNK adalah suatu perkumpulan yang meluapkan emosional dengan cara berdandan..
    PUNK bukan sekedar uragan kami pun berkrativitas tanpa batas .

  17. 18 Anonymous
    Kamis, 7 Juni 2012 pukul 11:40 pm

    PUNK bukan sekedar bagaimana dy BERTAHAN HIDUP ,.,…tapi juga bagaimana cara dy BERFIKIR..,.,

  18. 19 ardhy
    Minggu, 16 September 2012 pukul 10:39 pm

    @erickningrat saya dan beberapa teman berencana menulis sebuah buku mengenai punk, khususnya punkers yg menjadi seorang ayah,jika berkenan boleh lah kita ketemuan untuk diskusi dan dijadikan referensi

  19. 20 Anonymous
    Kamis, 29 November 2012 pukul 4:48 pm

    Saya mu nanyak,,tujuan komunitas punk itu ap??
    By.aneuk nangro.

  20. Kamis, 21 Februari 2013 pukul 9:26 pm

    punk not dead > punk tidak pernah mati .kalau ingin berantas yang korupsi ajja biar negara tidak melarat.

  21. Kamis, 21 Februari 2013 pukul 9:48 pm

    punkker sejati tak akan pernah mati> untuk yg di punk yg di aceh truss bertahan yah ..

  22. Jumat, 22 Februari 2013 pukul 2:34 am

    punk itu penuh dng kreatifitas seperti bikin kaos .nyablon.jual aksesoris.buat band musik dll lainya,dan buat anak punk se indonesia salam oi oi oi …

  23. Selasa, 2 Juli 2013 pukul 1:56 pm

    Kapan ya indonesia sejatra?

  24. Senin, 21 April 2014 pukul 12:25 pm

    lho kok nangis mbaknya hehehe


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2011
S S R K J S M
« Des   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: