
Sejak Marjinal bermarkas di Gang Setiabudi, Setu Babakan, Jakarta Selatan, dari hari ke hari kian banyak saja anak muda yang datang dan terlibat dalam program workshop. Selain membuka workshop cukil kayu dan musik, Marjinal mengusahakan distro sederhana. Sebuah lemari etalase diletakkan di beranda, menyimpan pelbagai produk Taringbabi; dari kaos, kaset, pin, stiker, emblem, zine sampai buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. Di dinding didisplay puluhan desain kaos, di ruang tamu yang selalu riuh itu. Di tengah-tengah kotak display, ada gambar tengkorak yang berbarik sebagai ikon Taringbabi.
Para punker biasanya datang secara berkelompok. Biasanya mereka duduk-duduk di beranda depan, melepas penat, setelah seharian berada di jalanan, sambil asyik ngobrol dan bermain musik. Dengan ukulele (kentrung), gitar dan jimbe mereka menyanyikan lagu-lagu Marjinal. Bob dan Mike pun ikut nimbrung bernyanyi bersama. Mike memberitahu accord atau nada sebuah lagu, dan menjelaskan makna dari lirik lagu itu. Proses belajar dan mengajar, secara tidak langsung terjadi di komunitas, dengan rileks.
Sebagian besar anak-anak itu memilih hidup di jalanan, sebagai pengamen. Ada yang masih sekolah, banyak juga yang putus sekolah. Mereka mengamen untuk membantu ekonomi orangtua. Sebagian besar mereka berlatar belakang dari keluarga miskin kota, yang tinggal di kampung-kampung padat penduduk; Kali Pasir, Mampang, Kota, Matraman, Kampung Melayu, Cakung, Cengkareng, Cipinang dan lain sebagainya. Bahkan ada yang datang dari kota-kota seperti Medan, Batam, Serang, Bandung, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Makasar, Manado, dll. “Dengan mengamen mereka bisa bertahan hidup, dengan mengamen mereka bisa membiayai sekolah dan membantu belanja sembako untuk ibu mereka.,” kata Mike, aktifis Marjinal.
Jika sekilas memandang penampilan mereka, boleh dibilang sebagai punk: ada yang berambut mohawk, jaket penuh spike, kaos hitam bergambar band-band punk dengan pelbagai slogan anti kemapanan. Kaki mereka dibalut celana pipa ketat dan mengenakan sepatu boot, ada juga yang hanya bersandal jepit.
Bagi anak-anak jalanan itu, Marjinal bagaikan oase, mata air yang menyegarkan kehidupan dan hidup mereka, di tengah cuaca kebudayaan Indonesia yang masih memarjinalkan anak-anak miskin kota, seperti yang didedahkan lirik lagu Banyak Dari Teman-temanku berikut ini:
Banyak dari teman-temanku / Lahir dari keluarga miskin / Di mana engkau enggan melihatnya, disana tak sederhana / Tak ada lagi banyak pilihan / / Diantara bising kereta / Dan sudut-sudut kumuhnya pasar / Di bawah terik matahari, disana tak sederhana / Tersangkut tajamnya pagar berduri / / Pelajar yang putus sekolah / Perempuan dan pekerja kasar / Dibawah beban yang dipikulnya, mereka tak sederhana / Terjebak pilihan yang berbahaya / / Tidur beralas tikar, dingin beratap mimpi / Tapi semuanya sirna oleh kenyataan / Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala / Disunat dipotong-potong dicincang-cincang / / Banyak dari teman-temanku yang hidup dijalan sana / Dimana kau tak merindukannya mereka kian tersiksa / Tergusur gagahnya gedung yang somse (sombong sekali ah!) / / Di balik tirai yang suram dan dipinggir keangkuhan / Bergelut dengan kegelapan tersungkur di kaki besi / Tertembus panasnya timah kebencian
***
Persoalan anak jalanan di kota-kota besar di negeri ini sudah lama diperbincangkan, mulai dari kampus, kelompok studi, sampai seminar di hotel berbintang lima. Namun, untuk mengurai persoalan ini tidak mudah sebab menyangkut perut banyak orang. Banyak oknum yang memeras anak jalanan.
Pada saat krisis ekonomi, jumlah anak jalanan melonjak 400 persen. Sedangkan Departemen Sosial, tahun 1998 memperkirakan, jumlah anak jalanan mencapai angka 170.000 anak. Anak jalanan, secara umum akan dibilang anak jalanan yang masih tinggal dengan orantuanya atau keluarganya dan anak jalanan yang benar-benar lepas dari keluarganya serta hidup sembarangan di jalanan. Usia mereka 6-15 tahun.
Kehidupan anak muda di jalan adalah satu subkultur. Sebuah subkultur selalu hadir dalam ruang dan waktu tertentu, ia bukanlah satu gejala yang lahir begitu saja. Kehadirannya akan saling kait mengait dengan peristiwa-peristiwa lain yang menjadi konteksnya. Untuk memudahkan kita memahami gagasan mengenai subkultur anak muda jalanan, mari mencermati peta antara hubungan anak muda dan orang tua, serta kultur dominan sebagai kerangkanya.
Sekurang-kurangnya, ada dua pihak yang –berkat dukungan modal yang melekat pada dirinya– berupaya mengontrol kehidupan kaum muda, yaitu negara dan industri berskala besar. Di Indonesia, pihak pertama yaitu negara berupaya mengontrol kehidupan anak muda melalui keluarga. Keluarga dijadikan agen oleh negara, sebagai saluran untuk melanggengkan kekuasaan.
Melalui UU No. 10/1992 diambil satu keputusan yang menjadikan keluarga sebagai alat untuk mensukseskan pembangunan. Keluarga tidak hanya dipandang memiliki fungsi reproduktif dan sosial, melainkan juga fungsi ekonomi produktif. Pengambilan keputusan keluarga dijadikan alat untuk mensukseskan pembangunan, pada gilirannya, membawa perubahan pada posisi anak-anak dan kaum muda dalam masyarakat.
Negara memandang anak-anak dan kaum muda sebagai satu aset nasional yang berharga. Karena itu, investasi untuk menghasilkan peningkatan modal manusia (human capital) harus sudah disiapkan sejak sedini mungkin. Dalam hal tugas orang dewasa adalah melakukan penyiapan-penyiapan agar seorang anak bisa melalui masa transisinya menuju dewasa. Akibatnya ada pemisahan yang jelas antara masa anak-anak dan masa muda dengan masa dewasa. Adalah tugas orang tua untuk memberikan pemenuhan gizi yang dibutuhkan, mengirim ke sekolah sebagai bagian dari penyiapan masa transisi.
Saya Shiraishi (1995) yang banyak mengamati kehidupan keluarga dan masa kanak-kanak dalam masyarakat Indonesia mutakhir mengatakan bahwa implikasi lebih lanjut dari gagasan keluarga modern itu pada akhirnya menempatkan anak-anak sepenuhnya dibawah kontrol orangtua. Orangtua menjadi kuatir bila anaknya tidak mampu melewati masa transisi dengan baik, misalnya putus sekolah, dan akan terlempar menjadi kaum “tuna” (tuna wisma, tuna susila dan tuna lainnya), kaum yang kehidupannya ada di jalanan.
Kekuatiran ini bisa dilihat secara jelas dengan streotipe mengenai kehidupan jalanan sebagai kehidupan “liar”. Bukanlah satu hal yang mengada-ada bila kemudian para. orang tua lebih memilih untuk memperpanjang proteksi anak-anaknya untuk berada di dalam rumah sebab lingkungan di luar rumah dianggap sebagai”liar” dan mengancam masa depan anaknya. Pilihan untuk memperpanjang masa proteksi anak-anak inilah yang kemudian ditangkap sebagai peluang niaga oleh para pengusaha.
Belakangan ini dengan mudah kita bisa melihat berbagai produk atau media untuk membantu penyiapan masa transisi anak-anak. Berbagai media cetak dan elektronika mengeluarkan berbagai produk bagaimana menyiapkan anak secara “baik dan benar” dalam rangka pengembangan sumber daya pembangunan. Para orang tua pada. gilirannya akan lebih mengacu pada berbagai media itu sendiri dibandingkan pada peristiwa sehari-hari yang dialami oleh anaknya.
Cara membesarkan anak yang diimajinasikan oleh negara dan pemilik modal inilah yang kemudian menjadi wacana penguasa (master discourse) untuk anak-anak Indonesia. Ia digunakan sebagai alat untuk menilai kehidupan keseluruhan anak dan kaum muda di Indonesia. Hasilnya seperti yang ditunjukkan Murray (1994) adalah mitos kaum marjinal: yang dari sudut pandang orang luar menggambarkan orang-orang ini sebagai massa marjinal yang melimpah ruah jumlahnya dengan budaya kemiskinan dan sebagai lingkungan liar, kejam dan kotor … sumber pelacuran, kejahatan dan ketidakamanan.
Jalan raya bukanlah sekadar tempat untuk bertahan hidup. Bagi kaum muda tersebut jalanan juga arena untuk menciptakan satu organisasi sosial, akumulasi pengetahuan dan rumusan strategi untuk keberadaaan eksistensinya. Artinya ia juga berupaya melakukan penghindaran atau melawan pengontrolan dari pihak lain.
Sebuah kategori sosial, anak jalanan, bukanlah satu kelompok yang homogen. Sekurang-kurangnya ia bisa dipilah ke dalam dua kelompok yaitu anak yang bekerja di jalan dan anak yang hidup di jalan. Perbedaan diantaranya ditentukan berdasarkan kontak dengan keluarganya. Anak yang bekerja di jalan masih memiliki kontak dengan orang tua, sedangkan anak yang hidup di jalan sudah putus hubungan dengan orang tua.
Soleh Setiawan, seorang anak jalanan yang sudah hampir dua puluh tahun hidup di jalan menuturkan pengalamannya. Katanya, waktu kecil ia banyak ngeluyur di kampung Arab lalu sempat sekolah di Al-Irsyad, sebuah sekolah ibtidaiyah di Pekalongan. Tapi ia lebih senang bermain di jalan dibanding sekolah, lebih banyak bermain dari pada belajar. Sejak kecil dia tidak mengenal orangtua kandungnya. Dia dibesarkan seorang pamannya yang juga lebih banyak hidup di jalan. Seorang dokter yang cukup terpandang di Pekalongan mengadopsinya. Tetapi Soleh kecil selalu tidak merasa betah tinggal di rumah itu walau segala kebutuhannya dicukupi oleh orangtua angkatnya. Dia lebih sering bermain di luar rumah, sehingga orangtua angkatnya murka. Soleh pun minggat dari rumah. Dengan menumpang kereta api barang, ia pergi ke beberapa kota di Jawa, lalu ikut kapal penangkap ikan dengan rute pelayaran Kalimantan – Bali. Ia bekerja sebagai koki kapal selama 3 bulan.
Ketika pertama kali hadir di jalan, seorang anak menjadi anonim. Ia tidak mengenal dan dikenal oleh siapapun. Selain itu juga ada perasan kuatir bila orang lain mengetahui siapa dirinya. Tidaklah mengherankan bila strategi yang kemudian digunakan adalah dengan menganti nama. Hal ini dilakukan untuk menjaga jarak dengan masa lalunya sekaligus masuk dalam masa kekiniannya. Anak-anak mulai memasuki dunia jalanan dengan nama barunya. Ketika hidup di jalanan, Soleh dipanggil Gombloh karena sering nggambleh, bergelantungan di mobil atau kereta api, pergi ke mana pun tanpa tujuan. Biasanya anak-anak yang berasal dari daerah pedesaan menggganti dengan nama-nama yang dianggap sebagai nama “modern” yang diambil dari bintang rock atau yang yang biasa didengarnya misalnya dengan nama John, Jimi, Tomi dan semacamnya.
Proses penggantian sebutan itu dengan sendirinya menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pergantian panggilan saja tetapi juga sebagai sarana menanggalkan masa lalunya. Artinya ia adalah bagian dari proses untuk memasuki satu dunia (tafsir) baru. Sebuah kehidupan yang merupakan konstruksi dari pengalaman sehari-hari di jalan.
***
Apakah mereka memahami apa itu punk?
Mike: Terus terang gua ngasih acungan jempol buat teman-teman yang hidup di jalan… Mereka punya kebanggaan, berpenampilan ngepunk, mereka tetap bertahan walau orang-orang sekitar yang melihat menilainya macam-macam. Bagi gua itu sebuah bentuk perlawanan juga. Melawan pikiran-pikiran orang yang sudah dimapankan — yang menganggap negatif karena melihat penampilan orang lain yang beda, menyimpang, diluar kelaziman. Tapi yang lebih penting adalah nilai-nilai punk dalam prakteknya berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mereka bisa survive, menjalin kebersamaan, saling peduli satu sama lain dan tetap mengunggulkan rasa dan kebebasan. Hidup di jalanan kan penuh tantangan. Apalagi sesusia mereka, ada yang masih anak-anak, yang orang bilang diluar kewajaran — ketika anak-anak yang lain kan sekolah, pulang ke rumah, bermain, latihan ini dan itu, les piano … Mereka hidup di jalanan mencari uang untuk membantu orangtua. Kadang dikejar dan digaruk trantib. Digertak atau diperas orang yang sok jagoan, macho… Tapi dalam posisi bertahan hidup di jalan, mereka mandiri, sehat, gembira, dan punya rasa humor. Buat gue itu penting, manusiawi banget!
Tapi, di sisi lain Mike prihatin ketika melihat para punker yang hidup di jalan, hanya menjadikan jalanan sebagai tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. Mereka mencari uang dengan mengamen tapi hasil jerih payahnya itu hanya untuk membeli obat-obatan (drugs) dan minuman beralkohol. Mereka masih berusia belasan tahun, tiba-tiba memutuskan berhenti sekolah dan lari dari rumah, karena terpengaruh teman-teman nongkrong . Mereka menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro (tablet obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk). Banyak dari mereka adalah perempuan berusia dini, dan menjadi korban pelecehan seksual.
Bagi mereka, punk sebatas tempat pelarian. Lari dari kesumpekan rumah. Lari dari tekanan hidup. Lari dari tanggungjawab. Lari dari kenyataan! Di kepala mereka, dengan berpenampilan diri seperti punker, mereka bisa bebas dari segala bentuk tekanan hidup, bebas semau-gue, bebas nenggak minuman atau menelan puluhan tablet dextro, bebas mengekspresikan diri sebebas-bebasnya walau masyarakat di sekitarnya terganggu, seperti yang terjadi berikut ini:
Pada suatu siang yang gerah, empat anak-muda (belasan tahun) berjalan oleng di depan squat Marjinal. Mereka sudah beberapa kali mondar-mandir, dan seorang diantaranya berwajah pucat, matanya terpejam, dalam keadaan mabuk berat, sehingga menjadi tontonan warga. Ketika ditanya tujuannya hendak ke mana, mereka cuma menggeleng-gelengkan kepala sambil meringis.
Anak-anak kampung Setiabudi (berusia belasan tahun) pun mengarak mereka ke pinggir kali. Segala atribut punk yang melekat di tubuh mereka dilemparkan ke kali, sambil diteriaki,”Pecundang! Pecundang! Pecundang!” Setelah itu, mengusir mereka.
Kejadian serupa, akhir-akhir ini banyak terjadi di beberapa tempat di Jakarta. Bahkan ada aksi kriminal, seperti kasus perkosaan yang terjadi di terowongan Casablanca yang dilakukan segerombolan orang yang beratribut punk, yang diceritakan Kodok (personil Bombardir). “Begitu mendengar kejadian itu, gue bareng warga menyisir beberapa tempat yang biasanya jadi tempat nongkrong mereka,” ujar Kodok dengan nada tinggi.
Squat Marjinal juga sering kedatangan para orangtua yang mencari keberadaan putrinya — (seperti Nia dari Citayam). Belum lagi pertanyaan-pertanyaan para ibu tentang putra-putri mereka yang berperilaku “aneh” di mata mereka. “Rambut diwarnai merah, sering diluar rumah, dan malas sekolah, maunya pergi jauh ke Jawa padahal gak megang duit” kata seorang ibu dari Pondok Kopi.
Sampai saat tulisan ini dibuat, masyarakat awam masih memandang Punk sebagai sebuah organisasi yang terpusat. Sehingga wajar saja apabila para orangtua menanyakan segala sesuatu menyangkut putra-putrinya ke squat Marjinal. Pada kenyataannya, punk adalah satuan-satuan kecil komunitas yang menyebar. Di luar itu, adalah massa cair seperti yang dipresentasikan para gerombolan yang beratribut punk di jalanan.
Berbeda dengan gerombolan yang beratribut punk di jalanan yang ngamen untuk mabuk, punk jalanan yang beken juga di sono disebut street punk adalah sebuah gerakan budaya tanding ( counter cilture) yang melawan kemapanan budaya dominan yang dibentuk oleh sistem kekuasaan. Street punk muncul di Inggris pada tahun 1980-an, pada masa rezim Perdana Menteri Margareth Thatcher, dari Partai Konservatif, yang kebijakan ekonominya sangat liberal, memberi peluang kapitalis mengembangkan pasar modal (ekonomi uang) tetapi di sisi lain mengabaikan kelas pekerja, sehingga pengangguran pun merajalela. Ketika pabrik-pabrik menutup lowongan pekerjaan, bahkan memecat banyak karyawannya dengan alasan efesiensi, masyarakat kelas pekerja menggunakan jalanan sebagai tempat mencari nafkah, membuat jejaring-kerja, serta aksi protes yang diselingi karnaval dan musik.
Sebagai sub-kultur Punk terinspirasi oleh karya-karya seni perlawanan. Antara lain, dari novel karya Charles Dickens, yang sebagian besar menceritakan nasib anak-anak (dari panti asuhan) yang dipaksa bekerja sebagai pembersih cerobong asap di pabrik-pabrik yang menggunakan teknologi mesin uap untuk menggenjot produksi pada era Revolusi Industri. Anak-anak itu merasa tersiksa bekerja sehari-semalam, tanpa makanan yang cukup, di tempat-tempat yang kumuh tidak berpenerangan. Mereka akhirnya memberontak, menolak segala bentuk eksploitasi! Mereka lari dari panti-asuhan! Lalu memutuskan hidup secara kolektif. Mereka menggunakan jalanan di London sebagai sumber mencari nafkah dan ilmu-pengetahuan. Dan terbebas dari eksploitasi.
Bagi seorang punk, jalanan adalah kehidupan. Di jalanan mereka bertemu dengan orang-orang, di jalanan mereka saling berbagi pengetahuan, di jalanan mereka berdagang, di jalanan mereka menyuarakan kebenaran melalui nyanyian. Pada 1980-an, terjadi bentrokan hebat antara punker dan hippies, karena perbedaan persepsi tentang kehidupan di jalanan. Bagi hippies, jalanan adalah ruang publik sebagai tempat mereka mengekspresikan kemuakan akan kehidupan yang diwarnai perang dan ancaman nuklir. Di jalanan mereka berdemonstrasi membagi-bagikan bunga, seks bebas (war no, sex yess) dan menenggak obat-obatan (drugs) –mereka ingin lari (escape) dari kehidupan ini. Kebalikannya, punk melihat kehidupan ini sebagai projeksi, tergantung si individu itu untuk melakukan perubahan. Perubahan itu dimulai dari yang tidak ada, doing more with less, menjadi sesuatu yang ada dan berarti. Punk tak pernah lari dan sembunyi ketika dihadapkan pada problematika kehidupan. Hadapi! Tuntaskan!
Melihat fenomena gerombolan yang beratribut punk yang nongkrong, mabuk dan mondar-mandiri di Jakarta akhir-akhir ini, tidak perlu dipertanyakan lagi… Mereka bukan punk! Mereka hanya beratribut punk tetapi jalan hidupnya adalah hippies! Hanya hippies yang lari dari kehidupan, dengan nenggak minuman dan obat-obatan (drugs), mereka lari dari kebebasan (escape from freedom). ***


















hehehe tergantung masing2 individu aja mas. ada jg yg cm dandan ala punk tp ga berhati punk. waw ga tau nih mau komen apa..
salam kenal ya
Marjinal?
Salah satu band yang saya suka dari kalangan underground. Mereka bisa melejit benarnya kalo mau sedikit “melacur”. Ya… seperti The Panas Dalam yang udah mulai go public lah (ex. lagu Rintihan Kunti).
Btw, punya koleksinya?
*ngarepmodeON*
kak q nak punk dr solo tepat ny sragen q mw cri tmpt ngumpul2 nak punk tp q msh mlu dn tkt bgmn cr mngatasi mslh sy it kak
sya skrng kul dbesi jkt tmur kak gmn biar bs dkt dgn marjinal dan kawan2 marjinal tlng dbls y kak?????????????????????????????????????????????????????
@ casual cutie
salam kenal juga
@ buya alex
duh maap saia juga lagi nyari mas
@pongo
kita sama saja pren jangan bilang kak
nih alamatnya marjinal
Jl. M.kaffi II gang setiabudi No. 39, srengeseh sawah, jagakarsa,jakarta selatan
keep DIY brur
kalo saia mah dulu turun ke jalan (jadi anak street punk) karena bawaan emosi yang masih labil…
saia seneng musik punk,saia seneng semua tantang attitude punk…
tapi saia belum bisa ngrasain gimana PUNK sebenernya sebelum turun ke jalan…
ya jadilah akhirnya saia “turun ke jalan”…..tapi apa ya yang saia dapet???
hmmmm…..udahlah itu hanya masa lalu
@buaya alex n erick
saia punya lengkap THE PANAS DALAM kalo anda2 mau
@ ironepunx
hingga akhirnya menemukan seseorang yang hmmm
eh rick,sorry ana tadi ndak ada pulsa buat bales sms ente!
ane telpon ente kemaren tuh mau ngajakin ente maen di acara BEGADANGAN anak2 punk cakra!!
acaranya aja baru di mulai jam 11 malam sampe pagi.
semua anak punk mataram tumplek blek disana….makanya ane telpon ente
maybe ntar kalo ada gigs lagi saia hubungin ente
Anak jalanan adalah fenomena klasik di kota-kota besar. mari kita buka mata dan melihat keadaan di sekitar kita. Apa yang dapat kita lakukan untuk mereka.
Salam kenal yah,,
Kayaknya marjinal ntu nama bend yang kerenn banget,,,
Bener gak yah??
Kayaknya sihh pernah denger lagunya yang judulnya Marsinah,,,
Bener gak yah??
Balik yahh ke http://www.tandud.wordpress.com
tp q msh kaku kak mklum lah kt orng2 sya mlu sya asli solo kak,ka2k pny nmr hp?021-99349775 ni nmr sya kak,,,,,,oioioioioioi bls y kak
Well Gw Sih Cinta Mate Am Marjinal heHe.. Ngomong2 Dsini ad Ank2 PunK Gk Di Daerah Bdg Or Tsk??
marjinal emang mantep,,
o iya,,
buat yg belom tw,gue dah pindah ke http://finyster.co.cc ,,jadi kalo mw ke blog gue jangan klik nama kahfinyster di komen gue,,klik link yg finyster ajah,,okeh??
datengin yah,,
wehe,,bro2 n sist2 di luar, wassap??
mw liat yg baru2? samperin aje blog gue,,hhe,,
kami dari punk cirebon kami ada acara lagi di cirebon
kami kawan2 punk cirebon ingin sekali kumpul bareng ma kawan dari tegal,jakarta,indranayu,dan kota lainya.
keren…..kerennn…
gmna kita…..
terima kasih kita seperjuangnan walaupun kita berbeda tempat.
aq akan berjuang demi kalian.
kekuatan sesungguhnya adalah cara kita bertahan hidup.
siiiiiiiip………….
slamat sukses
Km PUNK dr Rohil, Bagansiapiapi mengucpkn slm pd PUNK yg brda d Dumai, Duri, Pku, Medan dan kota2 yg lain2ya… Km ingn sekali teman2 PUNK yg brd d luar kota sana untk brkunjng ke tmpt km…
low ngmong coal punk saia sngat tertrik sejak bbrapa thun lala
aye tertarik dengn gaya hdup punk
yang serba bebas tpi mash mengngat aturan
aye stju low anakpunk bkan sampah masyarakat…
aye stuju anak punk bkan kriminal……..
hidup punk……..
haaaaaaaaaaaaaaaaaai sayang
wahai jiwa jiwa yang tenang……………buat dunia tersenyum karena tinggakah kita
disaat kita hidup,sebenarnya kita mati…
disaat kita mati, sebanarnya kita hidup… jadilah manusia bijak my abroooooooo.
ooioioioioioioioioi…….COKUW BROHERS IN THE WORLD……….
U CAN IF U THINK U CAN…….
terlalu singkat utk diceritakan di SINI.ttg siapa gw…………..
kita semua anak TUHAN….KITA ORANG2 P[ILIHAN …..
JGN PERNAH BERFIKIR ITU KULDESAK KLO KITA MASIH ADA NYAWA…….
OIOIOIOI BROOOO…….INGAT MY BROOOOO……..
WAKTU ITU ADALAH NYAWAAAAAAAAAAAAA…………….BKN UANG…..
SAAT INI MUNGKIN DILAUARAN SANA…………IS SUCK….
ORANG BILANG KITA KAUM TERMARJINALLLLLLLLKAN……OK SAAT INI.
TP WKT TRS BERJALAN MANNNN…….SUATU SAAT KITA BISA BUAT SMUA BRUBAHHH…
INGAT DISINI , DI BUMI INI KITA SEMUA BERJUANGG………
BUAT DUNIA TERSENYUM KRN TINGKAH KITA………
KITA JANGAN BICARA SOALLLL PUNNNKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK……….
TAPI BAGAIMANA KITA BISA MEMAKNAI PUNNNNKKKKKKKKKK TERSEBUTTTTTTT..
SAYA SUDAH 16 THN DI DUNIA PUNK……..TP SAYA TDK PERNAH MERUSAK MASA DEPAN SAYA
HANYA UNTUK SESAAT MAN. KITA DIBERI AKAL BROOOOO………
PUNK ITU PEMBERONTAKAN..BKN ANARKI……..PUNK ITU SPT ISTANA SALJU…..BKN ISTANA KEMATIAN
PUNK ITU MEMBERI KABAR GEMBIRA BUKAN MEMBERI KABAR NISTA……..
JADILAH SEPERTI FALSAFAH SLANKKKKKKKKKKK..MAKAN GA MAKAN KUMPUL BROOOOOOO
JADIILAH SEPERTI FALSAFAH PADI……….
MAKIN BERISI MAKIN MERUNDUKKKKKKKKKK MAN………….
DAN KITA LAMA LAMA MATIIIIIIII juga………KEMANA KITA MATIIIIIIII………
KE KUBURAN juga kan brooooooooooo……………..OK
KARENA ITU COKUW BROTHERS LAHIR DI DUNIA ……21-11-1982 ANIVERSARY
JADILAH KITA SEPERTI COKUW : COWOK KUBURANNNNN……….
KARENA SEMUA INI GA ADA YANG ABADI BROOOOOOOOOOOO………..
LOE MAU ANAKNYA guru, pengusaha,GEMBEL,PREMAN DLL.
BAHKAN LOE SEANDAINYA ANAKNYA SBY, OBAMA, BILL GATES SKALIPUN…….
KLO JIWA KESOMBONGAN LOE MASIH ADA LOE GA BISA JIDI COKUW:COWOK KUBURANNNNNNNN..
COZ COKUW………ITU KEDAMAIAN……WAHAI JIWA JIWA YG TENANG…
FALSAFAH COKUW ADALAH:BKN DMN KITA ADA,TP DMN KT BS BERBUAT YG LEBIH PADA JIWA2 YG TENANG TUNJUKKAN KREAKTIFITAS KALIANNN…..TIDAK ADA KATA SOMBONK, COZ SOMBONK HANYA MILIKNYA/AULOH… TUNJUKKAN KREAKTIFITAS KALIAN YANG POSITIF….. BUAT DUNUIA TERSENUYM KARENA TINGKAH KITA MANN…. ORANG BISA KENPA KITA TIDAK BISA.
ORANG2 YANG SUKSES ITU JUGA SAMA2 MAKAN NASI , SAMA SPT KITA.
HANAYA KRN MEREKA DULUAN YANG LAHIR…….
BLM ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MAJU BERSAMA. DI DUNIA KITA/PUNK ITU ADA KEBERSAMAAN&KESETIKAWANAN YG TINGGI……….PERKUAT & PER ERAT PERSODARAAN KITA WAHAI BROTHHERS…………..
MULAI SEKARANG JADILAH GREEN GENERATION PUNKS INDONESIA..COZ PUNKS IS COKUWWW.
AND COKUWWWW IS PUNKSSSSSSSSSSSSSSSS……….OK MY BROOOOOOOOOOOOOO…….
OIOIOIOIOIOIOIOIOIOIOIOIOI…..COKUW BROTHERS IN INDONESIA AND WOLRD………
THX TO ALLLL………….BY DEWAN SURO COKUW BROTHERS……..
BKN DILIHAT DARI SIAPA ENGKAU DILAHIRKAN, TETAPI DARI MANA DAN KEMANA ENGKAU AKAN MELANGKAH BROOOOOOOO……
16 TAHUN BKN WAKTU YG LAMA ATAUPUN CEPAT..TETAPI BAGAIMANA KITA BISA MEMAKNAI HIDUP INI WAHAI MY BROOOOOOOOO…….. UNTK MERUBAH SISTEM KITA TIDAK SELAMANYA HRS DILUAR..KITA HARUS KE DALAM , BIAR PERUBAHAN YG KITA INGINKAN TERCAPAI……
SKRG SAYA BEKERJA DI DEPKUMHAM R.I BIDANG PELAYANAN HUKUM DI KAKANWIL DKI JAKARTA..
HIDUP SAYA UNTUK SEMUA..HIDUP SAYA UNUTK IBADAHHHHH…
TEMAN TEMAN MY BROOOO.KU YANG MASIH MENCARI JADI DIRIIIIIIII…….
BERGEGASLAH BUAT DUNIA TERSENYUM KARENA TINGKAH KITA BROOOOOOOOO…..
KITA BISA BUAT NEGARA INI YANG KITA MAU BROOOOOO…
OK CUIYYYYYYYY……
MARJINAL emang keren……
Lirik-Liriknya emang memihak kaum Marjinal….
Salut gue ma mereka…..
Kita jangan Pernah jadi mangsa kekuasaan……
Buktikan kalo kta juga mampu tuk Berbuat Dan bertindak……
kapan2 maen da solo ya!!!!
n kapan ngeluarin album u lgi????
>>ntar nek km da solo tak ksh minuman khas solo nama ne CIU
MAU G?
by;pendix sriwedari boots bois n kleco street punk
saya jadi teringat seorang teman saya yang alumni fakultas ekonomi universitas tertua di indonesia, kini bekerja di bank, penampilan bisa ditebak, bersih perlente. Tapi, dia bilang: “Punk in my heart”….
Busyet… luar biasa… Ada apa dengan PUNK?
sesaat penampilan anak-anak punk memang menyeramkan tapi itulah adanya mereka,,
mereka menolak kemapanan,penindasan dan campur aduk tangan penerintahan,,
mereka bergerak sendiri,melakukan semua sendiri ( D.I.Y )..
terus berjuang kawan,, perjalanan kita belum selesai tapi baru dimulai,..masadepan ada ditangan kita sendiri
tunjukan pada mereka bahwa kita tak seburuk yang mereka bayangkan,,”pandangan luar belum tentu tampak isi dalamnya” coba liat kaum intelek berdasi busuk yang praktisnya hancurkan bangsa demi kepentingan golongan…mungkin lirik lagu tersebut bisa membuka pikiran kita bagaimana orang-orang disana menjalankan sistimnya..jangan pernah takut buat bertindak kawan,,bangun komunitas ini dan jalin hubungan antar sesama dengan baik..
maju terus kawan..inget kagunya BUNGA HITAM..
“generasi punk yang merah membara megharap dukungan kita semua”..rangkul mereka,jangan sampai mereka menyalah artikan punk..punk bukan anarki
keep Do It Yourself!!!
h!h
PUNK..PUNK..N..PUNK
Udah lama gw ngedengerin lagu-lagu punk yang penuh dengan semangat, persatuan, pemberontakan terhadap system yang RUSAK di dalam kehidupan dan kita sendiri. tapi tetap aja gw gak bisa kaya anak-anak punk yang laen bisa ngumpul bareng dengan style punk nongkrong di jalan sambil bercanda tawa dan saling beropini tentang apa yang terjadi pada hari ini dan menikmatinya dengan penuh semangat.. but hanya dengan mendengar kan lagunya, punk udah merasuki hati dan pikiran gw. sampe-sampe dalam keseharian gw sepatu boot yang juga nerupakan ciri dari punk gw pake KERJA dan NGAMPUS.. AWALNYA sih di pabrik orang pada aneh ngeliat gw, tapi gw kaga peduli dan akhirnya mereka pun bisa nerima gw dan sedikit ngikut.. wkwkwkwk setelah sepatu boot rambut mohawk gw bikin.. dan itu juga diterima..ehmm… intinya bukan style tapi makna dan arti dari punk itu sendiri..
salam kenal sob..
maju terus PUNK..
GW SUKA BLOG LU
HEY… HO… LET’S GOOOOOOOOOOO
kalu menurut gw zo BRoW..
puNK sUatu suatu kehidupan yang keren abizz….
ngak ada kat pendusta and ngak ada kata pembohong dalam dirinya…
yang sangat bedah dalam kehidupan biasa…
salam pUnK rOcK. bOneK
KOMUNITAS ANTI politik
PUNKER SEJATI.
ROUDERS.OYI
oi oi
live punk
maju terus,tembus batas dengan kreasi positif…
dengan niat baik dan tanpa dendam akan terasa indah…
kaum marjinal merupakan aset yang harus di selamatkan
kaum marjinal berhak hidup seperti layaknya kita hidup,,,
jalanan menjadi gaya hidup mereka,mereka tidak ingin jalanan menjadi gaya hidup,tapi karena tuntutan dan keterpaksaan ato apapun alsnnya yang akhirnya mereka rela jalanan menjadi gaya hidup…
setelah turun ke lapangan khususnya anak2 punk mereka mempunyai alasan tersendiri!,dan sungguh pilu hati ini…
selamatkan generasi bangsa ini KAWAN
TERLALU naif kita untuk bicara kehidupan ini…
ada yang bilang hidup ini tanpa batasan dan bebas untuk berbuat…
ada yang bilang hidup ini perlu aturan dan memang sudah ada berbagai macam aturan2 tersebut,dalam agama atopun budaya kita…
kita renungkan kita termasuk yang mana dan mau plih yang mana????
oii oii,woy anak punk yang berada di luar sana , kami anak punk dari rohil[ bagan siapi api ] ingin sekali anak punk yg berada di luar sana datang kerohil…….kami ingin berteman dengan kalian . . . . . .oii oii oii oii punk not dead ! …………………………………………………………………………….
klw mau berkomunikasi dengan kami
hubungi
kiki:081276673310
OMBA
kak say punk dr bandung,ign tny kpn ya ad acr punk lg kak…
kbro aku kn ikt ank punk street,tp say gk grsn jd ank punk street,,,trs gmna ya spya bs grsn bro..
eh kak Q nak blitar jawa timur duduk di bangku SMP,Qpunya sbuah band yang aliranya punk juga rencananya mau rekaman tapi ga ada uang,maklum kami dari kekuarga kurang mampu latihan aja kami harus ngamen,kalo kami ngamen apakah salah,tolong carikan solusi………..
kami pengen meraih mimpi……………..
tolong dibalez……….
anjing……………! cita-cita hanya sebuah hayalan yang membelenggu kehidupan manusia. hari ini tidak ada nabi dan tuhan yang membawa manusia menuju kedamaian. semua agama hanya menajarkan permusuhan dan poeperangan. bulshit semua mengajarkan moralitas……….! moralitas hanya mimpi dan isapan jempol belaka.
kebebasan adalah mcita-cita…………………………….!!!!!
betapa bahagiannya Saya menjadi Anak PUNK’S ~^^^
Hidupku selalu damai berdsama kawan2ku,disaat suka maupun duka. Kawan,Engkau selalu dihatiku !!!!
You Are May Best FRIEND.. !!!!
mau tanya, alamat basecamp marjinal dimana ya?
terima kasih.. ditunggu info nya.
cara merangkai enblem
dear semua…
mav neh gw ikut2an
menurut gw mereka seperti…menjadi anak punk…karena beberapa faktor…
bisa dari faktor ekonomi, atau juga keluarga…
gw punya teman seperti mereka d medan…
rata-rata dari mereka adalah anak2 brokenhome
terus terang selama bergaul ma mereka gw asik2 aja…
bahkan hati mereka g segrang tampang mereka…
Maju terus wahai anak PUNK !!!!
pasti pemilik blog ini jg sibuk jd pengamen di jalanan. makanya ga pernah update lagi.
menurut ue “pUnk bUkAN skLoMp0k OrNg” gEmBeL aTau UgAL”aN …! TtpI pUnk hANyALah s’OrnG pMBrOnTak yG inGiN hIdUp bEbAS tNpa aTuRaN …! [pUnk bcRa tnTnG nILai k'bBsaN]”
mgkny jng prnh mlht punk dri lwur_ny,tp lyt dlm_ny. mrk i2 brshbt & kwn. mrka jg gx prnh mkrin dr ndri,tp mrk mkrin smw kwn”_ny. jd ue igtin,wat u2 smw yg mndng PUNK dr lwr_ny jg kgt klo dh gbung.
Ex:”mNTn LedIx pUnk (pUJiE)
wah Erik kemana yah
kak..
gw mau kenal dan gabung sama anak2 Punk di daerah Tangerang nih..
kira2 gw harus kemana yah??
thanks berat..
rendy, Tangerang..
balas ke email gw aja..
rend87bass@yahoo.com
harap dibalas yah..
thanks..
kak wjg dl anak punk…..?
tp skarang w da brubah demi masa depan..,,,karna bg w itu ga da gunana…….
tp w fans bngt yg namana musik punk and rock n roLL……? jd w sdh kmbli sperti biasa….?
thanks…?
PUNK’s NOT DEAD
I LOVE PUNK
Casualties??? gak bisa dihindari…
Om…gw balik lagi nih..baru bisa beli modem….ngenes banget..
i love marjinal
oi oi
gW pGn nYri aCra yG gY bKa rEgiSTrasi bwT manGGung..aDa ga ya??
mArJinaL ada rEnCana mO bKin aLbum sPLit ga?kLu mo spLiT brEng bNd gW yaH..”THE BRENX”
thanx…
lagu mu hnya tntang
kesedian.maaf jika telinga anda ruzak krn coment kami itu akibat jiwa anda trlalu lemah untk menerima keritikan kami
kapan kamu bisa maju lagu mu hanya mritih kesakitan.kamu tanya:SAMPAI KAPAN INI TERJADI?SUDAH PANTAZ KAH KAMU BRTANYA NIE PADA JALANAN? NIE TAK AKAN BERAKHIR .aku benci punk,,,,, coz cengeng ckali ‘bisa nya cuma nangis’PUNK IS POP
GRUNGE NEVER DIE
PUNK ADALAH HIDUP W JLANAN ADLH TMPT W
do it yourself(DIY)……………
PUNK=people unity not kingdom……….
punk bagiku sebuah jlan hidup dmn dgn sistem pemerintahan yg krang tak lbih dr tai anjing,mkany kami kaum punk berontak akn hal itu………..
PuNk yang ngajarin gw kebebasan.
kebebasan berfikir..berkarya..dan segalanya..
berawal dr teman2 komunitas punk….sampai ke acara2 punk…dan kenal senior2 yang bener2 dah dikenal dimana2.
termasuk nax2 marjinal….!!!!!!!!!!!
Thanks Marjinal coz w dah di jamu di SERENGSENG SAWAH
apapun persepsi orang tentang Punk…baik buruknya gw tetap Cinta PuNk…
ini gw….dan ini jalan hidup w..
w ga ganggu dan gw ga mau di ganggu….
salam PuNk buat semua nax2 punk se-INDONESIA
ilove too punk
punk not dead
dari padang tercinta
apakah punk sudah melupakan tujuannya,untuk membangun sebuah negara damai,tanpa penindasan, tanpa tangisan anak2 minta makan, tanpa ada rakyat yang dikorbankan demi kebahagiaan penguasanya?
bertindak kawan, jangan hanya teriak.
makmur komunitasmu, hancur rakyatmu.
smua itu masih kulihat di sini, di negeri ini.
hei punk !!!!!!!!!!!!!!!!!!!
MERDEKA ATAU MATI = SALAH BESAR
MERDEKA TANPA ADA YANG MATI = KAPAN BISA TERCAPAI???
boleehh maenn gag kee tmpat marjinall???
dmana see aku gag taw??
mnta alamatnya duunkk…
aku mauu tauuu nakk punk gmana??
nak punk baee gag see??
tppii bnyakk yang gag suka knpa ya??
oi oi salam punk….????kpn marjinal maendt dhe solo ako penendt leadt….kalo ada event dhe solo terutama MARJINAL ksie tew ako ea….n kta leadt bareng dg mnjalin persaudaraan yg damai….STREET PUNK maju terus…..gw punk dari solo MARJINAL cpt ea bkindt evendt dhe solo…???gw tggu kabarnya….??oi oi smpe jumpa…???PUNK NOT DEAD
maju terus punk. KAMI BUKAN SAMPAH YANG TIDAK BERGUNA MAJU TERUS PUNK. Manokwari papu barat punk is love
OI oi!! merdeka2 anak punk merdeka….. pertahankan kebebasan yg telah kita caoai, perbesar comunitas kita, jangan ada lagi yg tertindas lawan penindasan and bersatulah,mari bergoyang rame-rame, “TJOEKYMAY”…. GORANGO PUNKERS MANADO
yuk kesini teman2 ayo kita semuanya senang2 janganlah takut dan jangan lah bimbang bebaskan diri dari penindasan.. janganlah kamu ragu teman2 bebaskan dirikalian dari semua itu karna masih banyak hal di luar sana yang harus dan mesti kau miliki… BEBAS BEBAS AND BEBAS….. OIOI
Bebas tanpa melupakan batasan dimana pijakan kaki berada…
REBEL CLAN PUNK ROCKER!!!
Bertindak dgn pikiran, bukan gaya….
Jgn smpai mencerna Ideologi mentah2 smpai mati,.,
Buka lebar matamu kawand, DUNIA sngat besar utk djelajahi!!!
mankx nak2 lke2 scool tu nganggap qt tu pnggangu padahal g yo nak puuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnkkkkkkkkkkkkkk
gw suka bangsa ini tanpa pra koruptor,
jadikn indo neraka bagi pra korup so’y kruptr hnya mewariskn rakyat miskin,hentikan kelaparan yg da di negara ini ‘n’ kruptor pantas mati…
salam wat punk slrh indo moga perjalanan kalian sukses….
by gocer……….
gw sk filosofi punk yg marjinal terangkan….
gw pgn main nih…. tp gw bkn punkers….
kira2 diterima ga y, klo gw mampir ke markas marjinal…