
kata ini gw ambil dari perbincangan gw dengan seorang kawan, yang menganggap hidup ini akan lebih menyenangkan jika kita kompromistis ato kompromis. bersikap lebih terbuka mau menerima, dan bisa lebih komunikatif. contoh saja jika kita keras akan idealisme kita dan menganggap harga mati yang ga bisa di tawar lagi, tentu ini sangat menyiksa kita jika hal tersebut kita paksakan, bukannya malah freedom, tapi sebaliknya hal tersebut malah menjajah kita secara tidak langsung.
contoh ketika kita menyukai sesuatu dan menganggap hal tersebut adalah harga mati yang ga bisa kita tawar lagi tampa mau melihat aternatif laen yang mungkin saja akan membantu keluar dari masalah. seperti kita menyakui musik tertentu dan akhirnya kita akan menganggap bahwa musik selain jenis yang kita sukai adalah jelek, tidak layak huni, tidak layak untuk di dengar, sampah !
dengan memandingkan musik laen itu jelek berarti musik kita bagus.
at least sikap kompromis sangat membantu kita dalam berkomunikasi dengan orang laen. mau menerima dan toleran, terbuka.
eni wey gw perlu belajar untuk hal-hal seperti ini.


















udah lama ga nulis nih blog jadi kaku ( ampir setaon
)
apa kabar kalian di sana ?
hahahahaha setaon ya
saya setuju
kenken ?
apa kabar ?
*btw kenken artinya apa sich ^^ kwkwkw
@ mba dyah
ken ken = apa khabar
piye kabare mba ?
ehm attitude no compromize c sah2 aja mnurutku…asal ga bkin seseorang jadi closeminded. yang penting nyadar bahwa dunia ini ga cuma satu warna aja dan bisa ngehargain jalur2 lain di luar idealismenya
setuju gw .ya kita hidup di negara yg plural
jadi kita harus lebih terbuka tanpa harus mengubah apa yg udah jadi idealisme kita