buat para blogger yang merasa paling hebat dan tentu saja cerdas
, anda mungkin menjadi biang provokator atas isu ato statment yang anda lemparkan ke para readers yang mengunjungi postingan anda. kenapa para blogger yang merasa isi postingannya akan menjadi perdebatan dan sarat akan nihilmsme harus memakai sistem moderasi?
term yang gw pake disini, para blogger yang menghujat kelompok laen dengan teologi yang dimilikinya.apa anda memang pengecut yang memiliki label intelektual? kenapa harus takut dengan publik jika postingan anda akan menimbulkan pro kontra. bukan kah itu hal yang biasa, apalagi dengan memakai sistem moderasi seakan – akan anda menjadi pengecut yang bukan saja memalukan. saya jadi bertanya seandainya anda jadi pejabat, bisakah anda mempertangungg jawabkan perbuatan anda? bukan kah menciptakan masalah dan meninggalkan masalah begitu saja adalah perbuatan pengecut?
oh come on ! bersikaplah kesatria, jika anda memang cerdas jangan pake sistem moderasi, apalagi isi postingan anda sarat dengan isu – isu sensitive “. kalo ada para readers yang memberi koment dan isi komentnya itu mengeluarkan kata2 sampah dan cenderung pake logika preman, khan bisa langsung di deleted aja? kenapa anda harus pake sistem moderasi? sehingga membuat kita bertannya – tanya. sebenernya kebenaran artikel anda ini sampai dimana? hingga takut untuk di uji. kalah argument itu biasa, dari pada jadi trouble maker tapi cemen.
karena menurut gw postingan2 yang kontroversial yang cenderung menyudutkan salah satu pihak. tidak genttle jika si pembuat postingan itu memakai sistem moderasi. sehingga tidak memberikan kesempatan kepada pihak yang sebenarnya merasa rugi dengan isi postingan anda.kenapa musti takut bung, adu argument itu wajar tampa harus pake kata2 sampah, jika anda memang berani bertanggung jawab kenapa musti takut. dengan memakai sitem moderasi? mungkin hal yang bijak sebaiknya anda tidak posting saja, dari pada membuat suatu isu yang merugikan pihak laen tapi memakai sistem moderasi di blognya.
sekali lagi esensi postingan ini cuma berlaku bagi para blogger yang isi postingannya sarat akan adu domba nihilisme,fundamentalisme, nazimse, fasisme, racisme, dan bohong besar. kehilangan integritas blog lebih mulia jika anda membuka ruang koment. dari pada menjaga integritas blog dengan membuat sistem moderasi apa lagi tidak membuat sama sekali fasilitas koment.
sebaliknya salut buat para blogger kontroversial yang tidak memakai sistem moderasi. dan membuka fasilitas koment di web ato blognya, sebagai tanggapan atas isi postingan sehingga memudahkan kita menanggapi isi postingannya.
blogger kok pengecut ?


















stay low , just to punk you !!
stay out of the line aja………go go go go THE MIYABI
Ada alasan-alasan tertentu kenapa blogger menggunakan moderasi, positip thinkingnya mungkin bisa menghalau koment yang mengandung spam ato komen yang out of topic. kalo negatip thinknya bisa jadi seperti yang kamu tulis itu rick, dia takut berargument bila mendapati koment yang kritis dan dia gelagapan untuk menjawab .
Mungkin juga dia ngak bisa bisa matikan fitur moderasinya
good post bung punk…
bagusnya posting juga ke homepage/blognya JIL, Bung punk pasti tau URL-nya
mereka juga pake sistem moderasi, bahkan jangan terlalu berharap bakalan di posting komen anda klau bertentangan dengan tulisan2nya….padahal mereka kan LIBERAL, judulnya ada JIL, L nya kan LIBERAL…
ayo bung….berarti mereka juga pengecut versi bung…
yang jelas yg kontroversi gak bakalan ngeliatin idenstitasnya…
Salam pengecut…..
@ ironepunx
go go go wait for u mini album
@ regsa
mungkin juga sa
@ bung kemod
kasi tau dong apa blognya. biar aku bs komen baik2 ke blognya. abis itu baru kita posting melawan dia.
@ Kemod
Yang model begini biasanya paling sering ngamuk di blog saia
@ Erick
simple kok, karena berdiskusi menggunakan pikiran, jadi artinya menuhankan akal
dan biasanya mereka nggak berakal kan
Justru yang kontroversi itu yang gak mau di prote, dikritik, dan diingatkan, merasa paling benar, ingin dilihat dan dibaca tapi tidak mau dikomenin…
Huh….
tes avatar dulu
mampir malam2….
sabar..,
smoga pemilik blog tsb membaca post ini dg pikiran jernih, menyikapi dg positive, dan menjadikannya sbg masukan yg membangun, amin..
Yeah! Itulah paradoksme masyarakat (sok) intelek negeri kita.
Anda berpendapat bahwa pluralitas itu adalah keniscayaan?
takutttttttttt, kalo mau dikritik
Sistem Moderasi itu apaan sih ya? hehehh.. gaptek nih..
@om erick
iya nih..sistem moderasi tu apaan???
benar. kenapa musti takut akan suatu pembenaran
kalau itu suara kita bisa menghasilkan suatu perubahan
itu adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan
dari pada diam
lagi pula, kebenaran tetap saja benar
hanya kita lihat dari mana kebenaran itu dilihat
menurut saia sah2 saja asal itu bersifat positif pada dasarnya
dalam hal kemajuan
misalnya dalam hal musik
kenapa tidak kita menyeruakan apa yang ada dihati kita
apakah jadi munafik sekarang lebih mulia?
terimakasih
ada apa mas erick? kok rame masalah moderasi dan nihilisme? mudah2an saya bukan termasuk orang dalam kategori sampean, tak ada moderasi dlm commenting system saya hehehhe, kalo spam mestinya ketangkep ma akismet
sabar mas