Arsip untuk September, 2008
dalam berkarya seni ada satu attitude yang harus di perhatikan bagi para seniman musikus ato para pencipta lagu, yaitu eksistensi dan apresiasi mereka dalam setiap karya yang di tuangkan. artinya ada satu tanggung jawab moril yang harus di emban bukan untuk kepentingan publik tapi kepentingan person si pencipta lagu itu sendiri. pembahasan ini tidak begitu signifikan artinya sangat subjektif, tapi ada satu nilai yang pengen gw jabarkan disini.
ambigu!!! itu kata yang tepat buat tim RUU APP ( rancangan undang – undang anti pornografi dan pornoaksi
) dan bagi para pendukungnya
. Produk yang di keluarkan juga akan menjadi sangat ambiguity ( tidak jelas ). sangat tidak manusiawi dan menginjak kebebasan orang lain dalam berkreasi dan berkarya, karena bangsa indonesia yang majemuk dan memiliki banyak suku ragam budaya dan tentu saja pakaian khas budaya / adat daerah yang secara estetika mengandung nilai – nilai seni yang begitu luar biasa ( contoh adat papua ) akan segera hilang dengan adanya UU APP yang kacangan itu
idealisme dalam bermusik itu penting. bahkan sangat penting sekali ketika kita berhadapan dengan mainstream atau arus besar. kenapa kata kunci idealisme itu selalu kita gunakan? karena fungsi idealisme sendiri sangat paradoksial ( bertentangan dengan ketentuan umum, tapi mengandung kebenaran di dalamnya ).
industri musik tanah air sedang mengalami perubahan yang sangat signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. dari segi kuantitas menurut gw sangat mengembirakan namun dari segi kualitas sangat mengecewakan. Dimana band2 papan atas yang sudah mempunyai nama dan musikalitas yang sangat baik harus tiarap terhadap gempuran band2 pendatang baru sekelas kangen band dan band – band anyar lainnya.
Lanjutkan membaca ‘band – band cengeng “menguasai” industri musik tanah air’




















Komentar Terakhir