Warning!
Artikel di bawah hanya berdasarkan presfektif dari si begundal erickningrat,mudah2 han tidak menyesatkan.dan di kembalikan ke presfektif masing2
Terinfluence dari kawanku mylongjourney,
tentang defenisi dan metode yang di gunakan dalam mengaplikasian teori analog dan digital dalam kehidupan sehari – sehari. ada defenisi lain yang menjadi tanda tanya gw tentang “cerdas dalam hidup”. Dan term yang gw pake disini “menghasilkan suatu yang baik untuk perkembangan jiwa dan raga ( ciie iiila berat banget )”.
Kadang penghakiman terhadap individu, tentang defenisi cerdas ( yang cenderung dipaksakan ) seseorang manjadi boomerang bagi individu itu sendiri bahkan kontra produktif. Contoh orang tua yang memaksakan ( represefif ) terhadap si anak untuk menjadi seorang teknik, padahal kemampuan si anak bukan di bidang itu, dan kenyataan ini di perparah dengan system pengajaran di sekolah yang cenderung pasif dan di paksakan tampa melihat kemampuan si anak. trus standarisasi ” digital” oleh pemerintah atas kelulusan, apakah standarisasi kelulusan yang di tetapkan oleh pemerintah merupakan dispensasi dari ketidakmampuan pemerintah dalam mengangkat kualitas pendidikan per anak didik?
Gw heran liat anak2 putus sekolah di kampung gw, mereka sangat lincah dan lihai dalam menghadapi tekanan hidup. Dengan umur segitu mereka sudah pintar cari duit sendiri, sebenarnya kondisi psikis mereka belum siap menerima kehidupan yang “keras” seperti itu. Dan di liat dari cerdasnya mereka dalam manjalani hidup, gw sangat salut. Bayangin aja proses kinerja otak mereka terhadap aktifitas verbal, matematik, ruang, kinestetik, musikal, kecakapan intrapsikis etc etc etc ( gw juga bingung hehehe ) sangat bagus.berapa gigabyte yang tersimpan dalam otak mereka dengan aktifitas seperti itu. Seandainya kecerdasan itu tersalurkan di dunia pendidikan formil yang lebih elegan ( tentu metode pengajaran berdasarkan kemampuan si anak ). Indonesia menjadi negara tangguh bro !! menurut gw sih .
Parahnya guys
, proses terhadap si anak diatas ternyata di perngaruhi juga oleh faktor lingkungan (orang tua) yang mengajarkan anak seperti itu. Percaya ga, anak2 itu di ajarkan oleh orang tuanya untuk berhenti sekolah, dan menjadi pengemis, gembel ( peminta-minta ),ada sebagian sih tapi term ini akan menjadi turun termurun ( warisan budaya ). Siapa yang salah kalau kondisinya seperti ini ( siapa hayo ? ). Dan di tambah dengan program pemerintah BLT ( bantuan langsung tunai ) hal ini akan menjadi budaya “meminta/manja” akan semakin subur, dan jurang dengan budaya kemandirian akan semakin lebar.Mungkin alternatifnya BLT bisa di salurkan menjadi pusat2 kreatif yang mengembangkan nilai produksifitas di suatu lingkungan masy.
Akhirnya sampai ke diri gw yaitu cerdas dalam hidup gw,dengan mengurangi kadar alkohol dalam tubuh gw menjadi 0,3 %
, lebih banyak ngeblog kurangi ngegame biar otak ini ga buntu bener ga?, mengurangi kadar racun ( suplai nikotin,tar,dan sampah lainnya ) dalam tubuh gw dengan cara berolahraga, berpikir positif ( hentikan berpikir jorok say that JAV, miyabi oriented
) hussshhh ngawur,dan lebih banyak ngelapor ma yang punya jiwa.
Cerdas yang pintar,pintar yang cerdik, dan semua itu merupakan proses pembelajaran kognitif ( belajar dari pengalaman ).karena sudah selayaknya kita tidak jatuh di lubang yang sama, dan semua ini berkolaborasi tergantung penempatan diri kita dalam posisi aktif atau pasif.karena dengan cara2 “cerdas” itu kita bisa bertahan hidup dan berkembang menjadi personal yang kuat.



















wan ane mw kurangi nyekek nih
Kulupakan minuman keras, saatnyaku kuberistirahat dari indahnya malam yang takpernah kulupakan,sejenak ku beristirahat saatnya ku berolahraga.
berlari-lari disiang hari biar tidak membuatku cepat mati …
ini juga cerdas kali rick ya… ahahaha lagunya SID
“Kadang penghakiman terhadap individu, tentang defenisi cerdas ( yang cenderung dipaksakan ) seseorang manjadi boomerang bagi individu itu sendiri bahkan kontra produktif”
Kalimatnya..mantaaabbbzzzz
cerdas itu bisa menemukan jalan ditengah kesulitan yang dihadapi (versi saya)
ada analogi nih buat om erick (setuju gak?)
orang pintar kalah dengan orang cerdas, tapi orang cerdas kalah sama orang……..beruntung!….
pintar ada rumus matematikanya…
cerdas ada definisi logisnya…
tapi beruntung??? hayoooo gimana….
ni lagu SID yang cerdas menurut saya:
jiggy jig massage 2x…bali holiday..
minum kopi pagi2..mantaabzz
@regsa
sa… pegang lagi stick drum mu * maenkan *
intro
tcha…tcha….tcha…tcha….tcha…..tcha…..
@mylong
setuju banget!
tapi prosesnya kita harus berpatokan sama cerdas itu tadi gmn?
wah gula gw habis nih. minta dunkzzz * muka tebal *
ehm.. ehm..
mau ikut2an lagi nih
Klau gw boleh nambahin..
(agak keluar dr konteks persoalan siy..)
pada akhirnya, apa sih yg diharapkan dr cerdas dlm hidup??
mungkin kesuksesan? (my personal opinion, boss)
sedangkan kesuksesan itu terdiri dari 99% kerja keras n 1% keberuntungan
(kata orang jepang lhockzz..)
coz menurutku kerja keraslah yg membuahkan keuletan, daya tahan, n kemampuan berpikir yg lebih terasah
*habis `nyonting` trus pusing, kopinya masih ga boy?*
@franciska dyah
wah keren tuh
atao begini karena keadaannlah yang membuat kita cerdas, bukan begitu neng?
silahkan monggo ambil ajha di toples
oia kmaren minggu tu aku bkin smiley2an, maunya ketawa tp ko jadinya malah kaya` gini ;p ..hehehe
ya ampun.. akupun lg nyadar, mas erick mau ttm man ma riger ya??
wah aku jg dah lama ga ketemu dia tuchh..
dianya jg udah b`keluarga siy..
*gulanya sekalian, ga pake lama ya* huehehehe..
@franciska_dyah
wah neng nih erick yang di indonesia tengah lo alias mataram hehehehe…
gulanya minta di mylong, gulaku habis…
oh kalo di wordpress, tuh arahin aja ke kursor ke salah satu smiley2an punya orang,jangan di klik, trus liat keterangan di dekat kursor itu.nah ketiklah keterangan nya…. oke sis
riger? siapa…..
ya ampiun..
mas erick tu lagi online tho??
hehehe, maksudnya `ttm` kan teman teman mendengarkan music punk, gitu lhockz..
yuphh, setuju ma mas erick, keadaanlah yg membuat kita cerdas
lho ko malah smiley2an nya mas erick pada ilang semua??
*gaptek tiada berkesudahan, bkin malu aja ..hikz*
@bu dyah
tuh kan kerja kerasss…setuju..mau minta gula saya?? tapi ambil di batam yak!
aq juga minta idajarin bikin smiley
@om erickzz
kok jadi mylong doank…wakakaka..uda males dia nulis..ntar lagi tinggal my nya ato long aja.
@bu dyah
tuh kan kerja kerasss…setuju..mau minta gula saya?? tapi ambil di batam yak! gratis..free off charges
aq juga minta idajarin bikin smiley
@om erickzz
kok jadi mylong doank…wakakaka..uda males dia nulis..ntar lagi tinggal my nya ato long aja.
@franciska_dyah
masih ada neng, tenang aja * hayah *
@mylongjourney
salut deh buat om erick yg udah ngurangi nyekek
pantesan om erick yg tadinya udah cerdas jadi makin jenius aja..
HAHAHAHAHAHAHAHA…….beneran udah kagak nyekek lagi rick????
*hirup aroma kaut*
*muantah*
slam punk
@mba dyah
halah mba bisa aja
@ironepunx
benel loh wan
* kkekekekek *
@bayu punk mojosari
salam kenal mas
saya ingin tau tentang punk parti
saya ingin tau tentang punk parti
@i made
maklum !
salam kenal bli…walah saia belon begitu paham
punk = pemuda urakan nan kreatif ( marjinal )
Memang seperti itulah cerdas itu. Saya setuju dengan pendapatmu…, pemerintah telah salah kaprah dalam menetapkan dasar untuk mengukur tingkat kecerdasan pada siswa. Mereka berhasil mengukur tingkat kepintaran, tapi tidak dengan tingkat kecerdasan!
Bro, sebagian teorimu tentang cerdas, saya pinjam untuk saya kutip di blog saya: cerd-s.blogspot.com
Thanks
^
silhaken brur salam kenal
lagu2 w smw tntg politik