”Duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.” Demikianlah petuah seorang guru di sekolah puluhan tahun yang lalu, yang menjelaskan kedudukan kita di antara bangsa-bangsa di dunia. Inilah nasionalisme paling sederhana dan gampang diangankan pada masa remaja; masa ketika adpertensi dan televisi belum segemuruh sekarang. Waktu terus berjalan. Kita memasuki Melenium Ketiga, yang ditandai dengan era globalisasi ekonomi dan informasi. Anak-anak kota besar suka keluyuran di shopping mall dan makan Mc Donald tapi di sekolah menerima tentang kepahlawanan Diponegoro dan Soekarno. Di desa, timbul kegemaran luar biasa terhadap sinetron dan Indonesia Idol yang mengadopsi American Idol dari negeri Abang Sam.

tulisan terakhir
- kami cinta indonesia !
- KULITKU KASAR HATIKU LEMBUT !
- JALANAN… KEHIDUPAN ATAU PELARIAN?!
- permintaan maaf
- kompromis
- agenda desember 2008
- wanita telanjang dan lelaki hidung belang !!
- kenapa saya memilih punk ?
- sahabat sejati…..
- kenapa blog kontroversial pakai sistem moderasi?
- cukup indonesia saja !
- indie is freedom
- LIMA BESAR BAND CENGENG AWARD ( BCA ) INDONESIA 2008
- kerusuhan di konser band – band cengeng !
- tawuran = budaya primitif !
Tulisan Teratas
Arsip
- Agustus 2009 (2)
- Januari 2009 (3)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (3)
- Oktober 2008 (6)
- September 2008 (8)
- Agustus 2008 (6)
- Juli 2008 (11)
- Juni 2008 (12)
- Mei 2008 (10)
- April 2008 (12)
- Maret 2008 (14)
- Februari 2008 (3)
Blogroll
- ajix
- anarchoi
- anarchy-rocknroll
- ardianzzz
- bali photograper
- balisugar
- bedhiah.com
- budi rahardjo
- deviant art
- dionbarus
- erick182
- famous rock
- goenrock
- i love blue
- import musik
- indie music organitation
- ironepunx
- kedai punk
- kopipes zine
- lombok sound project
- Mantra Digital
- marjinal
- musik pribumi
- mylongjourney
- phreakaholic
- punk 77
- Pustaka Otonomis
- randt boreel
- regsa
- retorika
- rumah tulisan
- scrapman
- simpanglima
- skinhead indonesia
- smart punk
- tarzan kota
- WordPress.org
foto!
|


















Komentar Terakhir