26
Apr
08

Sid Vicious

Biografi

Latar Belakang

John Simon Ritchie-Beverrly lahir di London pada 10 Mei 1957 ibunya adalah anne, tapi Sid kecil lahir tanpa didahului stastus perkawinan sah dari kedua ortunya.Sang ibu, yang punya nama gadis Anne Randall, tertarik dengan seorang lelaki yang bernama John Ritchie sewaktu masih tinggal di London sebelah Tenggara. Pertemuannya ditandai dengan masuknya Anne ke dalam Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Mereka tinggal bersama di kawasan Lee Green. Dan dari hubungan itulah Sid lahir.

Gb.Sid vicious

Sayangnya, begitu lahir, John yang harusnya bertanggung jawab malah pergi meninggalkan Anne. Jadi, Sid yang dulu masih dipanggil Simon cuma punya Anne sebagai orang tua yang membesarkanya. Ketika Sid berumur tiga tahun, dia dibawa jalan-jalan sama ibunya ke Ibiza, Spanyol.Ceritanya, Anne pengen keluar dari masalah yang dialaminya di London. Eh, bukannya seneng, Anne malah tambah dililit utang. Akhirnya dia terpaksa pulang dan hidup bersama ibunya. Buat hidup, dia bekerja di sebuah pub jazz.

 

 http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sidvicious2.jpg

Sekolah

Sid juga udah mulai masuk SD di Soho Primary School. Tapi toh akhirnya Sid harus berpindah-pindah sekolah gara-gara terus-terusan jadi korban ejekan teman sekolahnya. Nggak heran kalo Sid lebih memilih jadi penyendiri.

Sebenernya setelah itu Sid dan ibunya Anne hampir aja bernasib mujur gara-gara Anne diajak kawin sama Chris Beverley, seorang pria mapan asal Oxford yang juga berniat mengadopsi Sid . Eh, begitu Simon mau diadopsi, Chris ini meninggal karena sakit. Anne yang udah ganti nama jadi Anne Beverly pun sendirian lagi. Tapi kali ini kehidupan mereka lebih mapan karena Chris berasal dari keluarga kaya. Simon pun masuk di sekolah swasta yang mahal.

Drop Out

Tapi bersekolah di sekolah orang kaya ternyata malah membentuk jiwa Simon (Sid) jadi pembangkang. Mungkin dia udah muak sama peraturan sekolah itu yang kelewat ketat. Contohnya aja, dia cuek biang ke senior-seniornya kalo dia udah nggak percaya lagi sama yang namanya Tuhan.

Udah gitu, di umur 14 tahun dia mulai suka melakukan hal-hal aneh di kamarnya. dia suka banget pake baju perempuan sambil ngaca. “Tapi gue cuma ngelakuinnya sekitar dua bulan. Gak tau kenapa, gue suka eksperimen dengan seks. Gue nggak tertarik dengan straight sex waktu itu,” kata Simon.

Anne kebingungan menghadapi perubahan sikap Simon. Bayangin aja, keluar masuk sampai lima sekolah dan selalu bayar mahal untuk pendaftarannya. Tau diri, Akhirnya Simon memutuskan untuk men-DO-kan diri dan mulai bekerja serabutan. Pekerjaan pertamanya adalah sebagai buruh di sebuah pabrik. Tapi nggak lama, Simon pun pengen sekolah lagi. Dia akhirnya nekat ngambil sekolah fotografi di Hackney College of Futher Education.

Disinilah dia bertemu dengan John Lydon yang jadi sohib kentalnya bertahun-tahun. Bersamanya, dia terobsesi dengan musik glam rock yang dulu diusung Marc Bolan dan David Bowie.

Saking gilanya dengan David Bowie, kamar Simon juga dipenuhi poster Bowie. Karena seneng sama keluarga kecil Simon, John akhirnya memutuskan untuk tinggal di kamar Simon. Mereka berdua sering ngelakuin hal gila kayak bereksperimen dengan dandanan. Simon asik ngecat kukunya dengan pernis yang mengkilat dan jalan-jalan pake sendal. Trus si John sibuk bikin rambutnya jadi kriwil-kriwil jadi gede banget.

Ganti Nama

Karena kelakuan Simon makin gila, Anne dan Simon melakukan “gencatan senjata”. Hasilnya, mereka berdua sepakat untuk berpisah sementara. Simon gantian tinggal sama John di belakang stasiun kereta api. Lewat John pulalah Simon berganti nama menjadi Sid Vicious. Konon, nama Sid diambil dari nama tikus piaraan John. Sementara Vicious dikasih gara-gara tikus itu pernah menggigit tangan bokap John. Jadilah Sid Vicious.

Pertemanan mereka berdua emang unik karena saling mengisi. John menularkan sifat humorisnya kepada Sid yang penyendiri. Sementara John jadi ketularan cool dan sedikit punya dark side. Tapi mereka berdua punya kesamaan. Dan apalagi kalo bukan narkoba. Mereka berdua pernah nenggak speed dalam suatu pesta. Eh, begitu digerebek polisi, Sid dan John malah nyerang tuh police sampe gigi depannya copot.

Untuk melanjutkan hidup, mereka berdua kerja serabutan lagi. Dari kerja direstoran, toko sepatu sampe ngamen di stasiun kereta bawah tanah pun mereka lakoni. Ada yang Lucu soal ngamen di stasiun kereta. Ceritanya Sid udah siap dengan gitar, sementara John udah siap dengan biolanya. Tapi ada satu masalah. Mereka sama sekali nggak bisa memainkannya. Man, yang ada mereka cuma joget-joget sambil megang instrumen itu sambil nyanyiin sebuah lagu dari Alice Cooper berulang-ulang.

Kalo cara-cara diatas masih kurang juga, Sid nggak takut ngelanggar hukum juga. Dia nekat jadi bandar narkoba walaupun dalam jumlah yang sedikit. Gilanya lagi, Sid kadang juga nekat nyari duit di bar gay. Dia kadang rela ditanggap kalo lagi mabok dan dapet duit darisana.

Di saat itu Sid dan John juga punya geng yang suka nongkrong di suatu toko clothing di kawasan King’s Road. Toko yang punya nama Sex ini nantinya akan jadi titik awal masuknya Sid ke Sex Pistols. Geng Sid isinya empat orang yang menamakan dirinya Four John. Four John disini adalah karena anggotanya semua bernama John . Seperti yang sudah disebut, Sid punya nama John Simon, terus ada John Lydon, John Wardle dan John Gray.

Pemilik Sex, Malcolm McLaren dan Vivienne Westwood udah ngerti banget kalo keempat orang ini gila semua. Mereka benci yang namanya kemewahan dan glamoran kalangan jet set Inggris. Terus kadang mereka suka iseng ngebakar tangan mereka dengan rokok dan hal-hal menyakitkan lainnya.

Sex Pistols

Hidup bengal dan rusuh buat Sex Pistols

Agustus 1975, Malcolm McLaren, pemilik toko “Sex” berniat untuk merombak tokonya. Dia udah punya konsep terbaru untuk bikin tokonya laku jadi tempat tongkrongan. Selain menjual berbagai macam asesoris punk, dia juga menjual fetish gear dan berbagai macam barang-barang dari kulit asli.

Bersamaan dengan itu, Malcolm juga ingin tokonya jadi pusat tongkrongan anak-anak punk yang lagi menjamur di London. Dia berharap bisa melesatkan tren punk ini lewat “bengkel kebudayaannya”. Caranya, ya dia juga jadi pemandu bakat yang nyari band-band punk yang mau diorbitkan.

Kebetulan, dia juga udah punya orang-orangnya. Di sana, udah ada gitaris Steve Jones, bassis Glen Matlock dan drummer Paul Cook yang sedang kerja part-time di Sex. Kebetulan mereka udah direken sebagai pemusik dadakan yang punya masa depan oleh Malcolm. Sekarang tinggal nyari frontman.

Jhony Rotten

Nah, kebetulan (lagi) John Lydon yang masih sering nongkrong di Sex bisa menarik perhatian Malcolm. Atittude yang gila dan urakan bikin cowok yang pernah jadi manajer New York Dolls ini kesengsem.

Nggak begitu lama, John Lydon pun diaudisi. Lagunya… tetep Alice Cooper! Man, tapi suara John yang rada fals malah bikin cowok pirang ini diterima masuk band. Biar makin nge-punk, Malcolm mengganti nama John Lydon menjadi Johnny Rotten. (padahal dia baru aja ngeganti nama sahabatnya jadi Sid Vicious!). So, berdirilah Sex Pistols dengan empat formasi: Johnny Rotten, Paul Cook, Glen Matlock, dan Steve Jones.

Penampilan mereka yang pertama adalah di St. Martin School of Art di West End pada 6 November 1975. Mereka dianggap membawa musik baru yang “berbahaya” karena jelas-jelas nggak enak didenger (apalagi suara vokalisnya) dan liar. Well, itulah yang dibawa Sex Pistols di awal-awal kemunculannya. Istilah punk pun mulai dikenal orang banyak. Steve Jones malah membuat pernyataan yang sampe sekarang dikenal orang sebagai imej Sex Pistols. Dia bilang, “We’re not into music, we’re into chaos!” Jadi punk itu emang 90 persen attitude, selebihnya musik.

Sampai tahun 1976, demam Sex Pistols melanda Inggris. Semua orang membicarakan band gila ini. Salah satu dari fans itu terselip Sid Vicious. Dia malah sempet ngiri gara-gara sahabatnya jadi vokalis band yang pertama dia liat penampilannya di Sex pada December 1975 itu. Lucunya, hubungan Sid dan Johnny yang dekat nggak ketauan personel Pistols lainnya.

Sid pun berusaha pengen kenal dengan anggota band lainnya. Kayak pengen diakuin, Sid selalu ingin membantu Pistols yang kadang beraksi nggak wajar. Bayangin, nih band nggak mau tampil berdasarkan jadwal. Pengennya langsung tampil dadakan, dan kalo bisa di tempat yang nggak lazim. Tentu aja yang marah adalah pihak keamanan. Kalo udah gini, Johnny dkk sering mengancam akan berbuat rusuh. Nah, kalo udah ada komando rusuh dari Johnny, Sid pasti turun tangan bantuin Pistols.

Band Rusuh

Atittude punknya makin lama makin menjadi. Parahnya, Sid juga mengonsumsi narkoba jenis speed yang kadang disuntikkannya. Kalo udah gini, dia sering banget terlibat perkelahian di bar dan di pertunjukan band. Rasa cintanya sama band punk juga makin timbul gara-gara mendengar album pertama The Ramones. Malah, bassisnya, Dee Dee Ramones, dijadikannya sebagai hero.

Sayangnya, kelakuan Sid makin menjurus ke arah brutal. Setiap Pistols manggung, pasti ada keributan. Dan dalangnya pasti Sid Vicious. Dia pernah menghajar orang yang dudukin tempat Vivienne Westwood (temannya, desainer yang juga merancang pakaian di Sex) tanpa bilang-bilang. Entah cari perhatian atau nggak, tapi Sid lantas makin jadi icon buat Pistols. Apalagi dalam press release Pistols ada pernyataan “We Hate Everything”. Pers makin yakin kalo Pistols adalah band rusuh.

Kelakuan Sid selalu dalam rangka membela temannya di Pistols. Dia malah pernah ribut sama sebuah band heavy metal gara-gara mereka nggak mau minjemin alat ke Pistols. Alhasil, Sid digebukin. Baginya nggak apa-apa digebukin asalkan ngebela temen. Sid pun mulai dapet perhatian dari anggota Pistols lainnya.

Juni 1976, Pistols udah menguasai Inggris. Pistols udah jadi icon di punk scene London. Bersama mereka Sid juga menjadi perhatian di scene itu. Mereka selalu memakai pakaian dari Sex. Well, mungkin inilah suatu bentuk promosi endorsing. Ternyata sponsor pakaian udah terpikirkan oleh industri punk pada masa itu.

Sid juga sempet membentuk kelompok pecinta Sex Pistols bersama Billy Idol dengan nama Bromley Contingent. Nggak cuma itu, dia juga sempet membentuk band dengan nama Siouxie and The Banshees. Selain itu dia juga sempet membentuk band iseng bernama The Flower of Romance. Dibilang band iseng karena dibentuk di studio, nggak pernah bikin rekaman, dan malah nggak pernah manggung. Dasar!

Tapi trademark rusuh makin lekat pada Pistols. Salah satu peristiwa dahsyat itu terjadi di 100 Club Punk Festival. Pada saat Pistols manggung, Sid melempar gelas ke arah panggung. Tapi gelas itu malah membentur pilar ruangan. Pecahannya mengenai mata seorang pengunjung cewek. Belakangan diketahui kalo cewek itu jadi buta lantaran insiden itu. Alhasil, Sid ditahan polisi. Pistols didenda. Pers menjuluki Sid sebagai anggota ke-5 Pistols. Ujung-ujungnya 100 Club nggak boleh ngadain gig lagi. Apes!

Lagi dirundung masalah, ternyata ada kabar bagus. Malcolm, sang manjer berhasil nembusin Pistols ke label EMI dengan advance sebesar 40 ribu pound. Man, angka itu gede banget untuk ukuran band yang belum dikenal. Tapi karena udah nggak boleh manggung, EMI jadi ngerasa malu punya band bengal.

Tapi lagi-lagi Sid datang menolong. Pistols pun diselundupin di setiap festival punk. Band The Flower of Romance jadi cover-na. Begitu The Flower dipanggil, yang muncul malah Pistols. CaDas!!!! Seru abis.

Di balik serunya kerusuhan Pistols, ternyata band ini punya masalah intern. Siapa yang ngira kalo ternyata sang bassis Glen Matlock nggak disuka ma personel lainnya. Alasannya karena dia terlalu kalem dan berasal dari kelas menengah. Terus? Ya, ternyata kondisi itu dianggap kurang radikal oleh personel lain.

Mereka pun berpikir untuk menendang Glen Matlock keluar. Dan… enter Sid!

Akhir Hidup Rocknrollstar

Film

“Sex Pistols bubar gara-gara Sid Vicious. Sid Vicious yang terlalu dekat dengan pacarnya Nancy Spungen .Kami udah muak ngeliat tingkah violence-nya. Gara-gara dia juga, konser kami di Winterland berantakan,” begitu kata Steve Jones kepada tabloid musik Inggris NME.

Udah gitu praktis Steve dan Paul Cook cabut nggak mau ketemu Sid lagi. Sementara Johnny Rotten langsung hilang tanpa kabar. Malcolm sebagai manajer pun udah ngerasa kalo band yang dikelolanya udah nggak mungkin bisa diterusin.

Tapi bukan manajer kalo nggak bisa mencari peluang. Di antara kericuhan Pistols, Malcolm pun akhirnya tetap memutuskan untuk memanajeri Sid. Soalnya ada seorang sutradara yang tertarik mau membuat film dokumenter dan musikal berjudul Rock n Roll Swindle. Film ini sebenernya cuma film dokumenter musik yang dibalut sama perjalanan karir Sex Pistols. Serunya, syuting film ini dilakukan di Paris. Dan lucunya, cuma Sid yang jadi pusat perhatian. Sementara personel Pistols yang lain ogah berangkat ke Paris, Johnny Rotten cuma kebagian diwawancara terpisah. Sementara Steve dan Paul nggak pernah muncul.

Februari 1978, Sid berangkat bareng Nancy ke Perancis untuk syuting. Di Paris mereka hidup mewah di hotel mahal. Maklum, mereka kan dibayarin sama label. Malah, sebelum menginjakkan kaki di Paris, Sid sempet OD pas pesawatnya transit di New York. Das! Yang ada dia langsung dibawa ke RS Jamaica untuk di-detox.

Balik ke syuting film, Sid emang nggak suka sama film. Makanya, part adegannya nggak sukses terus alias jelek. “Gue nggak suka akting. Abis jadi orang yang bukan diri kita sendiri. It’s all bullshit!” kata Sid.

Seluruh kru film sempet bingung ngebujuk Sid untuk berakting. Akhirnya cuma Nancy doang yang bisa membujuknya untuk mulai akting. Syaratnya, Sid dibolehkan ngerombak lagu ciptaan Paul Anka yang berjudul ‘My Way’ (yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra). Ada bagian lirik lagu My Way yang diacak-acak menjadi I ducked the blows / I shot it up / and killed a cat. Gila!

Waktu adegan My Way ini digambarkan Sid sebagai solois yang bergaya rapi. Terus di akhir lagu, dia nembakin penonton dengan pistol. Wah, untung cuma syuting!

Bikin Band

Sid dan Nancy

Lagi asik bikin film, mereka balik ke London. Tiba-tiba Sid ketemu sama temen lamanya, Glen Matlock. Masih inget, kan? itu lho bassis Pistols sebelum Sid masuk. Walaupun media menulis soal “persaingan” mereka, tapi sebenernya antara Sid dan Glenn masih terjaga pertemanan-nya.

Setelah nongkrong di bar bareng, mereka sepakat ngebentuk band. Band yang akhirnya diberi nama The Vicious White Kids ini juga mengajak Rat Scabies dari The Damned dan Steve New. Sid pun naik pangkat jadi vokalis (soalnya udah pasti Glenn yang mengisi posisi bassis).

gb. Sid & nancy

Pertunjukan pertama band dadakan ini berlangsung sesaat setelah mereka menggelar audisi. Di situ Nancy ikutan jadi backing vokal. Konser yang diadakan di Electric Ballroom London ini lumayan dapet tanggepan asik dari penonton. Sementara itu, walaupun Pistols udah bubar, Virgin tetep ngeluarin singel Pistols yang belum keluar. Malah lagu ‘My Way’ juga dilepasnya sebagai singel.

Tapi rupanya Inggris sudah alergi sama Pistols. Semua singel rilisan Virgin yang berhubungan sama Pistols dilarang diputar di radio-radio. Ya udah, gara-gara merasa dimusuhi Inggris, Sid dan Nancy akhirnya mencoba memutuskan untuk tinggal di New York. Tapi keputusan ini malah membawa mimpi buruk bagi mereka bedua.Nancy pun berhasil ngomporin Sid dengan hidup slenge’an ala rock star di kota yang punya julukan The Big Apple itu. Begitu sampe di New York, mereka langsung check-in di Chelsea Hotel, di West 23rd Street. Hotel ini udah terkenal banget sebagai surga narkoba bagi para artis yang singgah di New York.

Sid dan Nancy udah bagai zombie berjalan. Duit 15 ribu pound yang diberi dari Malcolm habis dalam beberapa hari hanya untuk membeli heroin dan morphine. Nancy udah mengalami gangguan ginjal, sementara kelakuan sadomasochis Sid semakin parah gara-gara drugs. Waktu itu dia belum genap 21 tahun.

Lagi asik-asiknya teler, Sid dan Nancy masih nekat ngeladenin wawancara untuk film punk documentary Dead On Arrival. Di wawancara itu, cuma Nancy yang sanggup menjawab semua pertanyaaan. Sementara itu Sid udah fly berat dan sesekali mencoba menyundut muka Nancy dengan rokok. Mereka juga sempet datengin scene punk di kota New York. Dan Sid seperti biasa jadi tamu istimewa yang didaulat nyanyi di panggung. Cowok yang doyan pake kalung bermata gembok ini menyanyikan My Way dengan menggantikan total liriknya menjadi I killed the cat. Alasannya, karena dia lupa liriknya.

Nancy Tewas

Kelar acara itu, tepatnya dari awal Oktober 1978, mereka berdua langung mengisolasi diri di kamar hotel. Dan suatu pagi di tanggal 12 Oktober 1978, kamar nomer 100 tempat mereka berdua menginap ramai didatengin polisi New York. Di dalamnya Sid sedang diinterogasi.

“Kenapa kamu lakukan itu, Kid?

“Ngelakuin apa?”

“Kenapa kamu membunuhnya?”

“Gue nggak membunuhnya.”

Gb. nancy tewas saat di bawa ke ambulans

Sid duduk termenung dengan borgol di tangan. Sementara di bathtub kamar mandi terbaring jasad Nancy Spungen bersimbah darah. Perutnya ditusuk pisau. Banyak teori yang muncul seputar kenapa dan sama siapa Nancy terbunuh. Cuma karena hanya Sid yang selalu bersama Nancy seharian dan pisau yang ditemukan adalah milik Sid, tentunya semua orang langsung menuduh Sid sebagai pembunuh.Sid dilaporkan turun ke lobby dan berteriak minta bantuan ambulans kepada front office. Tapi bukannya ambulans justru polisi yang dikirim. Johnny Rotten udah males berkomentar waktu dimintai keterangannya. “Kenapa juga gue harus punya perasaan terhadap ini semua,” kata Johnny waktu itu.

Sid langsung di bawa ke penjara Rikers Island. Selama empat hari dia ditahan di penjara yang terkenal brutal banget itu. Pengadilan kasus Sid digelar tanggal 13 Oktober 1978. Dia menghadapi tuduhan pembunuhan kelas dua. Dengan hukuman minimum 7 sampai 25 tahun, Sid baru boleh bebas dengan membayar uang jaminan 25 ribu pound. Dan untungnya Virgin Records setia membantunya. Pada 21 November 1978 Sid bebas dengan uang jaminan.

Kalo ada orang yang bener-bener setia menemani Sid selain manajernya di saat-saat genting, pasti lah sang ibu, Anne Beverley, yang udah bela-belain tinggal di New York. Manajer dan ibunya ini melakukan apa aja biar kasus pembunuhan Nancy makin jelas. Anne pun nggak segan-segan menandatangani kontrak dengan New York Post untuk kerjasama peliputan. Sementara Malcolm dilaporkan telah menyewa detektif swasta untuk menyelidiki kematian Nancy Spungen. Di London, kaos bertuliskan Sid Is Innocent udah laku dicari orang.

Namun semua terlambat. Sid udah kehilangan Nancy. Jiwanya jadi terguncang. Malah, di suatu bar, dia nekat mengancam bunuh diri dengan menyiletkan bohlam pecah ke pergelangannya.

Pernah juga Sid mencoba bunuh diri dengan loncat dari jendela hotel gara-gara sakaw. Untungnya Anne dan Malcolm cepat mencegahnya dan langsung melarikan Sid ke rumah sakit terdekat.

Saking udah kehilangan Nancy dan sakaw, Sid akhirnya ngelakuin kerusuhan lagi di sebuah bar bernama Hurrah’s di New York. Di situ dia terlibat perkelahian dengan seorang cowok gara-gara Sid menggoda pacarnya. Malangnya cowok itu terluka sampe membutuhkan lima jahitan. Nggak heran Sid harus menjalani 55 hari di penjara pada tanggal 9 December 1978 sampai dia bebas dengan uang jaminan (lagi) pada 1 Februari 1979.

Hampir dua bulan di penjara ternyata nggak bikin dia sober. Walau dia udah bisa dibilang bersih, tapi keinginan untuk nyuntik tetep besar. So, pas dia keluar penjara, hari itu juga ia menyuntik lengannya dua kali dengan heroin. Wajar aja, karena bukannya dibawa ke tempat yang aman sambil nunggu pengadilan, dia malah dibawa ke pesta temen-temennya. Untuk pertama kalinya Sid nyuntik lagi di tengah malam pas pesta lagi kenceng-kencengnya. Karena udah nggak terbiasa, dia terbangun pukul 3 pagi dan nyuntik untuk kedua kalinya….dan terakhir kali.

Setelah itu, Sid OD pada tanggal 2 Februari 1979. Ia meninggal disaksikan ibu dan teman-temannya. Waktu itu ia baru menginjak usia 21 tahun.

Tujuh tahun kemudian, sutradara Alex Cox membuat perjalanan kisah cinta Sid dan Nancy ke dalam sebuah film. Film yang berjudul Sid And Nancy: Loves Kills ini dibintangi Gary Oldman sebagai Sid dan Chloe Webb sebagai Nancy. Di film itu juga diceritakan gimana peristiwa terbunuhnya Nancy (walaupun tetep tidak ditampilkan siapa pembunuh sebenernya).

Well, hidup rock n roll star ini emang sebaiknya berhenti. Seperti yang udah diramalkan Sid pada Januari 1978. “Gue akan mati sebelum umur 25 tahun. Dan kalo bener, gue mau hidup sesuka gue.”

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sid_Vicious

About these ads

51 Responses to “Sid Vicious”


  1. Sabtu, 26 April 2008 pukul 2:23 pm

    lagi ga mood nulis artikel, terpaksa nyolong di

    tante wiki
    hehehe si begundal sid memang pantas menemukan kamatiannya :mrgreen:

  2. Sabtu, 26 April 2008 pukul 8:34 pm

    benar-benar begundal yang tiada tara . Tapi perjalanan hidup yang menarik..

  3. Minggu, 27 April 2008 pukul 1:31 pm

    idola saya jaman ngepunk dulu

    hei….ho…lets…go!!!!

    nb: nyolong gpp ko’, yg penting ngaku :mrgreen:

  4. Senin, 28 April 2008 pukul 12:36 am

    keren jg ceritanya. jd belajar sejarah sid, bukan SID. :D

    btw, kenapa ya kok musik2 bagus lahirnya di UK, bukan US? *nyambung ga sih? ;)*

  5. 5 ick
    Senin, 28 April 2008 pukul 4:45 pm

    punk not death dech…

  6. Selasa, 29 April 2008 pukul 9:12 am

    sid viscous tuh nggak bisa ngebass

  7. Selasa, 29 April 2008 pukul 4:30 pm

    @regsa

    betul sa :mrgreen:

    @rezco

    oioioi!

    @anton

    nah itu dia bli nyang saia tidak tau, menurut pangamatan saia :mrgreen: music2 pop cenderung dari inggris dan eropa sedangkan music2 counter culture pada jamannya seperti R&B,metal,punk ( punk lahir di amerika , the ramones ) dll itu dari amerika :mrgreen: pendapat saia sih bli ;)

    @ick

    yang bilang mati juga siapa ;) hehehe salam kenal thanks udah maen ke blog saia yang hina ini :mrgreen:

    @ ardianzzz

    yang penting tiga jurus :lol:

  8. Kamis, 1 Mei 2008 pukul 12:29 am

    ada satu motto dia yang sama dengan gw : “gw akan mati sebelum umur 25, kalo emg bener, gw akan jalani hidup sesuka gw.” tapi, bedanya sih gw lebih tepatnya SEBELUM UMUR 28. gimana ya kalo ternyata satu jam lagi dari sekarang??? huhuhuhuhuhu

    ayo dukung band gw tuk unjuk di gigs TRIBUTE TO SEXPISTOLS @dejavu cafe sarinah thamrin jaksel 4 mei sekarang!! huhuy!!

    rick, moga aja direkam di cam ya, so, lu bisa posting deh biar bisa ditonton disini, hehe..

  9. Kamis, 1 Mei 2008 pukul 10:07 pm

    @randt boreel
    wah kemana aja lo memghilang :mrgreen:
    oke bro di tunggu rekaman lo ;)

  10. Minggu, 8 Juni 2008 pukul 3:10 am

    legenda punk-rock nih…
    tapi sayang mati muda.

    kayak Kurt Cobain maupun Jimi Hendrix.
    dari sebuah sumber, aku denger skill bass Sid pas-pasan?
    bener gitu? :?

  11. Minggu, 8 Juni 2008 pukul 8:02 pm

    @ghaniarasyid™

    mmmm gimana ya om,kalo menurut gw sih permainannya biasa2 aja, tapi energi yang di tampilkan dari setiap cabikan basnya memberi aroma yang benar2 punk,dan di tambah profile lifenya begundal abis…

  12. Jumat, 24 Oktober 2008 pukul 12:52 pm

    this is the tragic love story..sid and nancy!!i think the will be a romantic rOck n rOll couple if they don”t take a drugs…haha btw,Punk music will never die..although sid already leave this wOrld…so!!terusin dOnk majuin musik yang unik ini!!hehe -stReetPuNk

  13. Senin, 30 Maret 2009 pukul 1:57 pm

    bener2 cadas tp sayang gak pantes ditiru
    …………………

  14. 15 bhayu
    Kamis, 15 Oktober 2009 pukul 8:57 am

    menurt ku permainan bass nya Sid Std bgt bahkan di bawah Std …..tp Gaya hidup nya Style nya aksi panggungnya dan kehidupannya dgn nancy emank punk bgt…

  15. 16 ipank
    Kamis, 18 Februari 2010 pukul 12:40 pm

    ue suka gaya u sid,,,.
    u inspirasi ue,,,
    demi tman apa pun ue lakuin…
    perjalanan hidup yang menyenangkan….

  16. 17 deny
    Kamis, 17 Juni 2010 pukul 9:04 am

    gw ska gaya sid

  17. Sabtu, 19 Juni 2010 pukul 8:26 pm

    Bole-bole…bgus bgt jiwa pertemananny…ga enkny mati muda coyy..

  18. 19 BAGUS PISTOLS
    Selasa, 6 Juli 2010 pukul 8:20 pm

    tak ada band yg lbih hebat dari SEX PISTOLS

  19. Sabtu, 11 September 2010 pukul 3:53 am

    untuk anak sid gw ngucapin selalu terdepan untuk hari esok semoga generasi sid lebih terbaik salam buat anak sid dari jaya vodca letus

  20. Minggu, 12 September 2010 pukul 1:36 am

    i like this story . .
    i like the sex pistols

  21. 23 gordest
    Senin, 25 Oktober 2010 pukul 6:56 pm

    wah keren nie …

    sayang gk bsa share FB ya ??

  22. 24 ari
    Selasa, 16 November 2010 pukul 10:18 pm

    sid……… begundal jalanan yg beruntung, lu bisa dapet apa aje drugs, morphine,popularitas, cewek, harta dan kematian. punk rape me

  23. 25 fajaramones
    Minggu, 28 November 2010 pukul 5:15 am

    Gaya hidup rock n roll sejati & gila membuatnya didoktrin oleh drugs…..
    tapi kisahnya sangar….
    tapi payah…..
    tapi keren
    tapi sadis….
    benar2 D.I.Y…rock n roll…!!

  24. 26 rangga
    Senin, 13 Desember 2010 pukul 10:48 pm

    kematian sid selalu di kenang sampai sekarang

  25. 28 Tommy Haryadi
    Jumat, 25 Februari 2011 pukul 11:16 pm

    Urakan, Nyentrik, Senang Menyakiti Diri Sendiri, Kl Ngomong Seenak Jidatnya. Itulah ciri yang melekat pada Sid Vicious, sang England Punk Icon yang mati muda

  26. 29 Tommy Haryadi
    Jumat, 25 Februari 2011 pukul 11:18 pm

    Matur suwun ya mas Erick Ningrat atas artikelnya. Saya tunggu ya mas di blog saya http://asadja.blogspot.com (Blog Apa Sadja). TUHAN Memberkati

  27. Kamis, 24 Maret 2011 pukul 1:18 am

    Gue suka gaya lu.
    Kehidupan lu emang rocker.
    Tp sayang tuhan ngga mbri khidupan panjang bagi lu.
    Tenanglah di alam mu kawan.
    Gaya lu ….gw bangetttt.

  28. 31 heri
    Kamis, 24 Maret 2011 pukul 3:41 pm

    Sebenernya emang ky gt hdp yg bener ( ga` Munafik )

  29. Minggu, 27 Maret 2011 pukul 2:27 pm

    special fuck for Mr.SID, and FUCK for sex pistols. dasar band nggak tau maloe.
    jiwa punk nggak harus ngelawan Orank toea.

  30. 33 ice
    Kamis, 31 Maret 2011 pukul 10:24 pm

    jempol buat MR.Sid and Sex Pistols keren kisah loe!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  31. 34 merre ramdhan
    Senin, 9 Mei 2011 pukul 2:22 pm

    well,it’s THE REAL FUCKING BOLOCK EVER ( sid vicious AND kurt cobain ) is THE KING and PRINCE ” of PUNK MUSIC forever

  32. 35 thz ayuzrock
    Kamis, 26 Mei 2011 pukul 9:07 pm

    akkuw menyesal pas denger sid meninggal coz dy adlh inspirasi kkuw

  33. 37 Anonymous
    Kamis, 16 Juni 2011 pukul 3:23 pm

    Iam an antichrist
    Iam an anarchist
    Don’t know what I want
    But I know how to get it
    I wanna destroy the passer by
    Coz I wanna be anarchy,,,

  34. 38 ubbo
    Sabtu, 2 Juli 2011 pukul 1:40 pm

    segan buat SID!

  35. 39 teddy
    Rabu, 27 Juli 2011 pukul 1:46 am

    life style nya yg urakan n rock n roll ya yg bikin dia legend..

  36. Selasa, 16 Agustus 2011 pukul 6:01 am

    Jim morrison, Jimmy Hendrick, SID, Marilyn Monroe, Michael Jackson, Bryan Adam, Amy Whinehouse …
    Legendaris meninggal karena OD atau Efek negatif dari Drugs …
    ckckckckck …

    But, I still love them :)

    Rest in Peace my Superstar …
    U.U

  37. Senin, 12 September 2011 pukul 8:38 pm

    ga da yang ‘ga’ bagus bagi we tentang kisah lu mas bro vicious”/so i like you forever”

  38. 42 rimbawan
    Kamis, 15 September 2011 pukul 4:57 pm

    i like it gw suka bgt sama simon sid..
    orang yg bebas tanpa aturan…

  39. 44 Anonymous
    Minggu, 8 Januari 2012 pukul 6:19 pm

    . kerenn, smoga gw bisa jadi pnggnti’e..
    hehehehhh…

  40. 45 love kills
    Sabtu, 28 Januari 2012 pukul 6:08 pm

    SID ADALAH PAHLAWAN ANTI KEAMPANAN HAHAHHAHAA SID YOU’RE MY FAV!!!

  41. 46 Vicious
    Jumat, 17 Februari 2012 pukul 11:04 pm

    PATUT UNTUK DITIRU JEJAK DAN LANGKAH HIDUPNYA

  42. 47 Dimas
    Minggu, 19 Februari 2012 pukul 12:53 pm

    Generasi kita butuh begundal-begundal kayak Sid!!

  43. Rabu, 29 Februari 2012 pukul 1:51 pm

    Gantian gue yg ijin nyolong artikel ini, yah :D :D :D

  44. 49 Anonymous
    Selasa, 13 Maret 2012 pukul 2:23 am

    punkers sejati:)):))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: