sumber www.pustaka.otonomis.org
Published on May 8, 2006 by HarisX
Peristiwa Kerusuhan Haymarket terjadi pada tanggal 4 Mei 1886 di Chicago, Illinois merupakan asal usul lahirnya perayaan Hari Buruh internasional atau biasa disebut May Day. Penyebab terjadinya insiden ini masih menyimpan kontroversi.
Aksi pemogokan menuntut 8 jam kerja dalam sehari
Peristiwa ini bermula pada tanggal 1 Mei 1886 (Kemudian dikenal sebagai May Day), saat itu sebanyak 350.000 orang buruh yang diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika melakukan pemogokan di banyak tempat di Amerika Serikat untuk menuntut waktu kerja 8 jam sehari.
Pada saat bersamaan aksi pemogokan juga dilakukan oleh banyak buruh di Chicago, pemogokan pada tanggal 1 Mei 1886 itu demikian menyeluruh sehingga semua bisnis di kota itu pun lumpuh. Dua hari kemudian polisi dengan membabi-buta menembaki pemogok yang berhamburan, pada saat kejadian ini terdapat empat orang tewas dan jauh lebih banyak lagi luka-luka. Ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh, sebagian menganjurkan supaya mereka membalas dengan mengangkat senjata.
Lapangan Haymarket
Pada keesokan harinya (4 Mei 1886), para buruh kembali menggelar aksi mogoknya dengan skala yang lebih besar lagi, aksi ini jaga ditujukan sebagai bentuk protes tindakan represif yang diterima oleh buruh dari polisi. Semula aksi ini berjalan dengan damai.
Ketika polisi berusaha membubarkan aksi damai di Lapangan Haymarket di kota Chicago, sebuah bom dilemparkan orang ke tengah para polisi, sehingga 70 orang terluka. Polisi pun kembali dengan membabi-buta menembaki peserta aksi, sehingga sampai 200 orang terluka, dan banyak yang tewas. Meskipun tidak dapat menemukan siapa yang melemparkan bom tadi, polisi menangkap delapan orang pemimpin buruh revolusioner, meskipun tujuh di antara mereka tidak berada di situ waktu kejadian itu. Kedelapan pemimpin itu ditangkap hanya karena keyakinan politik mereka. Kebanyakan dari mereka dijatuhi hukuman mati dan banyak yang akhirnya dieksekusi.
Para terdakwa
Delapan orang pemimpin buruh yang didakwa dan dijatuhi hukuman mati adalah :
- August Spies, imigran berkebangsaan Jerman, tewas digantung
- Albert Parsons, warga Amerika Serikat|A.S., tewas digantung
- Adolph Fischer, imigran berkebangsaan Jerman, tewas digantung
- George Engel, imigran berkebangsaan Jerman, tewas digantung
- Louis Lingg, imigran berkebangsaan Jerman, bunuh diri dengan menggunakan dinamit saat berada didalam penjara
- Michael Schwab imigran berkebangsaan Jerman, diberi keringanan hukuman dari hukuman mati menjadi hukuman kurungan penjara seumur hidup, kemudian diampuni pada tahun 1893
- Samuel Fielden imigran berkebangsaan Inggris, diberi keringanan hukuman dari hukuman mati menjadi hukuman kurungan penjara seumur hidup, kemudian diampuni pada tahun 1893
- Oscar Neebe warga A.S. keturunan Jerman, dihukum 15 tahun penjara kemudian diampuni pada tahun 1893.
HAYMARKET MARTYRS’ MONUMENT
“THE DAY WILL COME WHEN OUR SILENCE WILL BE MORE POWERFUL THAN THE VOICES YOU ARE THROTTLING TODAY”



















prihatin dengan kondisi buruh indonesia…
di eksploitasi…
di peras…
upah rendah…
dibawah garis kemiskinan…
banyak mall..
hotel…
istana…
mega proyek…
korupsi…
buruh tetap lah buruh…..
yah hanya itu yang kami bisa….
hukum alam
yang kuat menindas yang lemah
*menunduk*
menjadi seorang buruh butuh mental yang kuat rick, dari harus siap dipinggirkan, siap disebut golongan kasta terbawah, ditindas penguasa maupun pemilik modal. Dan masih banyak lagi tetntunya.
Ndak gampang khan bila “hanya” ingin jadi buruh ?
@lainsiji
ikut juga
@regsa
tentunya yang ga akan hilang semangat untuk mencari nafkah
jaman orba nggak boleh nyinggung kata2x buruh.. terlalu sosialis katanya.. bolehnya pekerja biar kayak semut/ lebah pekerja nggak ada bedanya sama budak kali heheh..
sebenarnya istilah buruh adalah orang yang menjual tenaganya jadi jika aku seorang petani menggarap tanahku sendiri itu bukan buruh namanya tetapi jika aku dibayar buat maculin tanah orang itu buruh namanya,, nah problemnya adalah negara indonesia mengklaim sebagai negara agraris yang mayoritas penduduknya sebagai petAni benarkah? tunggu dulu sebenarnya buruh tani itu lebih banyak daripada petani itu sendiri.. jadi mayoritas penduduk indonesia bekerja sebagao BURUH haha..
dan sayangnya budaya tuan tanah & feodalisme masih sangat kental di negri ini hingga sekarang.. mangkanya waktu PKI berencana mau menasionalisasi semua lahan pertanian (<bener nggak yah? waton ki) para tuan tanah & tuan takur (yang didominasi para ulama & kiyayi) langsung mangap-mangap trus dikomporin dikit sama ‘oknum yang sampai saat ini belum diketahui siapa terjadilah konflik antara PKI dengan Agama bla bla bla…
korbannya? rakyat kecil lagi lagi rakyat kecil..
@aridanzzz
termasuk gw buruh juga
untung gw ga mau jadi buruh, jadi ga merasa tertindas.. hahahaha….
I HATE JOBS… :p
____________
http://phreakaholic.wordpress.com
@phereakaholic
sebenernya gw lebih seneng jadi presiden tapi ntar di atur ma DPR,jadi DPR diatur ma partai n bos kayu
)
ga kerja ntar jadi tukang todong ( malu
lebih terhormat jadi buruh aja
aku pingin jadi raja! biar bisa beli perahu & sungai buat arung jeram sepuasnya hahaha
lebih keren lagi “create your own jobs” sesuai dengan keinginan kita. dijamin kita benar2 merasakan indahnya “anarchy”
ga ada yg ngatur, dan kita pun ga perlu mengatur individu lain
free as a flying bird.. hahahaha.. sotoy banget ya gw
@phreakaholic
yup pemahaman yang bersifat linier dari anarchy sehingga menjadi banyak persfektif dari anarchy itu ( mungkin di liat dari katanya kali “anarchy” serem aja
)sehingga menjadi sesuatu yang paradoks bagi sebagian orang awam… * termasuk gw
*
*
yang jelas ga semua paham itu harus kita kopy paste mentah2,anti inilah anti itulah,tapi bagaimana menjadi suatu educated diri sehingga yang di sebut miskomunikasi arti dan pemahaman itu tidak terjadi…..
*pengen jadi bos
@phreakaholic:
bukannya dengan “create your own jobs” kita jadi buruh bagi diri kita sendiri??? :p
@ashardi